Surabaya (beritajatim.com) – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur mencatat pertumbuhan ekonomi Jatim pada Triwulan III 2025 tetap solid di tengah perlambatan ekspor.
Kepala KPw BI Jatim, Ibrahim, menyampaikan perekonomian Jatim tumbuh 5,22 persen year on year (yoy), sedikit melambat dibanding triwulan sebelumnya yang mencapai 5,23 persen (yoy).
“Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan ketiga tetap kuat. Kenaikan konsumsi rumah tangga dan akselerasi investasi menjadi faktor utama meskipun tekanan dari sisi ekspor masih terasa,” ujar Ibrahim saat memaparkan kinerja ekonomi di Surabaya, Selasa (18/11/2025).
Konsumsi dan Investasi Jadi Penggerak Utama
Ibrahim menjelaskan, peningkatan konsumsi rumah tangga terjadi berkat momentum liburan sekolah dan tahun ajaran baru, termasuk meningkatnya transaksi e-commerce.
“Aktivitas belanja masyarakat selama libur sekolah serta melonjaknya transaksi perdagangan digital memberi dorongan signifikan terhadap kinerja konsumsi rumah tangga,” paparnya.
Sementara itu, investasi di Jawa Timur juga mengalami percepatan. Hal ini ditopang oleh pembangunan proyek strategis dan realisasi kawasan industri.
“Akselerasi investasi terlihat dari meningkatnya impor barang modal dan membaiknya belanja modal pemerintah. Ini menunjukkan aktivitas pembangunan terus bergerak positif,” jelasnya.
Meski demikian, tekanan datang dari perlambatan ekspor terutama pada komoditas lemak dan minyak, tembaga, kayu, bahan kimia, dan produk kimia. Di sisi lain, ekspor emas perhiasan justru mengalami peningkatan signifikan.
Sektor Pertanian, Konstruksi, Pendidikan, dan Infokom Moncer
Dari sisi penawaran, sejumlah lapangan usaha (LU) mencatatkan kinerja kuat dan menopang pertumbuhan ekonomi Jatim.
Ibrahim menegaskan, “Pertanian tumbuh optimal karena kondisi kemarau basah yang mendorong produksi padi, sayur, dan buah tetap terjaga.”
Selain pertanian, sektor konstruksi juga tumbuh berkat meningkatnya investasi, terutama pada proyek strategis nasional.
“Konstruksi memperlihatkan akselerasi yang jelas seiring perbaikan investasi dan belanja modal pemerintah,” tambahnya.
Sektor jasa pendidikan dan informasi-komunikasi (infokom) turut menyokong pertumbuhan.
“Mulainya tahun ajaran baru meningkatkan pengeluaran pendidikan, sementara kebutuhan internet untuk aktivitas online dan transaksi e-commerce terus naik,” ungkap Ibrahim.
Prospek Tetap Positif di Tengah Tantangan Ekspor
Dengan kombinasi penguatan konsumsi, investasi, dan performa sejumlah lapangan usaha, BI meyakini perekonomian Jawa Timur masih berada pada jalur pertumbuhan yang stabil meski ekspor melambat. (ted)






