Kediri (beritajatim.com) – Desa Wisata Nglanggeran di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, menjadi bukti nyata keberhasilan pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi wisata dan pemberdayaan masyarakat.
Desa binaan Bank Indonesia ini tumbuh menjadi destinasi unggulan berkat pengelolaan sumber daya manusia yang konsisten dan dukungan program berkelanjutan.
Bendahara Pengelolaan Desa Wisata Nglanggeran, Lilik Suharyanto, mengungkapkan bahwa pengembangan wisata desa telah dimulai sejak 2007 dengan berbagai tantangan, terutama dalam peningkatan kapasitas SDM.
“Mayoritas masyarakat kami berlatar belakang petani dan pekebun dengan pendidikan dasar. Program desa wisata baru berjalan efektif sejak 2011 melalui PNPM,” ujarnya.
Menurut Lilik, pendampingan Bank Indonesia sejak 2014 menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekonomi desa, khususnya lewat pemberdayaan kelompok perempuan.
“Kami didampingi BI untuk mengembangkan produk ekspor seperti Griya Coklat dan Griya Batik. Ada juga pelatihan, sertifikasi pariwisata, hingga pengembangan fasilitas seperti glamping,” katanya.
Keberhasilan Nglanggeran menginspirasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri untuk menjadikannya salah satu tujuan kegiatan capacity building dan media gathering di Yogyakarta.
Kegiatan bertajuk “Memperkuat Literasi Ekonomi dan Kredibilitas Media Melalui Jurnalisme Berbasis Data” ini digelar pada 15-16 Oktober 2025 dan diikuti sejumlah wartawan dari wilayah kerja BI Kediri.
Mewakili Kepala KPw BI Kediri, Chandra Sulistyo Rahardjo, Analis Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, KI, dan Syariah, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi ekonomi jurnalis.
“Wartawan memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pemerintah, pelaku ekonomi, dan masyarakat. Karena itu, kemampuan mengolah data menjadi kunci agar informasi publik tersampaikan dengan benar dan menarik,” tegasnya.
Dalam sesi capacity building yang digelar di salah satu hotel di Yogyakarta, BI Kediri menghadirkan dua narasumber nasional, yakni Nicha Muslimawati, Editor Kumparan Bisnis, dan Hatim Varabi, Redaktur Eksekutif Katadata.co.id.
Keduanya berbagi pengalaman tentang praktik jurnalisme berbasis data, cara membaca tren ekonomi, serta pentingnya kredibilitas sumber dalam peliputan isu ekonomi.
Melalui kegiatan ini, BI Kediri berharap jurnalis dapat memperkuat peran sebagai penyampai informasi ekonomi yang akurat sekaligus berkontribusi dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang berintegritas.
Desa Nglanggeran pun menjadi simbol sinergi antara literasi ekonomi, inovasi lokal, dan kolaborasi lintas sektor yang berhasil membawa manfaat nyata bagi masyarakat. [nm/ian]







