Surabaya (beritajatim.com) – Meskipun menghadapi berbagai dinamika dari tantangan global dan politik lokal, perekonomian Jawa Timur tetap stabil dengan pertumbuhan positif pada triwulan III 2024.
Provinsi ini berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 4,91 persen (year-on-year/yoy), yang mencerminkan daya tahan ekonomi daerah yang berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi nasional.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, M. Noor Nugroho, optimis bahwa di triwulan IV 2024, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur akan terus meningkat.
“Konsumsi dan perputaran ekonomi diperkirakan akan meningkat dengan adanya Pilkada serentak, serta momen Natal dan Tahun Baru yang biasanya mendorong peningkatan aktivitas ekonomi,” ujarnya dalam acara Temu Media 2024 di Cafe dan Resto Arunaya, Surabaya, Rabu (6/11/2024).
Faktor Penggerak Ekonomi Jawa Timur
Pada triwulan III 2024, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 4,98 persen. Faktor utama yang memengaruhi adalah penurunan net ekspor akibat kenaikan impor bahan baku, terutama besi dan baja.
Dari sisi penawaran, kinerja sektor pertanian melambat seiring dengan berakhirnya masa panen raya padi di triwulan II 2024. Penurunan produksi cabai rawit serta sektor konstruksi yang melambat pasca-akselerasi di awal tahun turut berkontribusi pada penurunan tersebut.
“Di sisi lain, sektor akomodasi dan penyediaan makanan dan minuman menunjukkan moderasi pasca-peningkatan permintaan selama Idulfitri dan Idul Adha,” tambah M. Noor Nugroho.
Inflasi Terkendali di Tengah Peningkatan Harga
Inflasi di Jawa Timur pada Oktober 2024 tercatat 0,15 persen month-to-month (mtm), lebih tinggi dari triwulan III yang mengalami deflasi 0,12 persen (mtm), serta di atas inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,08 persen (mtm).
Secara tahunan, inflasi Jawa Timur sebesar 1,66 persen (yoy), masih dalam rentang sasaran. Pengendalian inflasi Jawa Timur ini didukung oleh program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang berkolaborasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Peningkatan Ekspor dan Kuatnya Permintaan Domestik
Tingginya permintaan domestik dan peningkatan ekspor berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur di triwulan III 2024. Selain itu, provinsi ini juga mencatat beberapa pencapaian sosial-ekonomi yang signifikan.
Penurunan Kemiskinan: Tingkat kemiskinan Jawa Timur pada Maret 2024 sebesar 9,79 persen, menurun dibandingkan periode yang sama pada 2023 yang mencapai 10,35 persen.
Penurunan Angka Stunting: Jawa Timur juga berhasil menekan angka prevalensi stunting hingga 6,10 persen di tahun 2024, jauh di bawah target nasional sebesar 14 persen.
Acara ini merupakan kolaborasi Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan II dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Kantor OJK Provinsi Jawa Timur, Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur, Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur (DJP Kemenkeu) dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur (DJPb Kemenkeu)(ted)






