Blitar (beritajatim.com) – Pabrik rokok Bokor Mas yang berada di Kota Blitar dan Mojokerto telah dinyatakan pailit dan memiliki hutang senilai 800 Miliar rupiah lebih. Pabrik rokok yang dinyatakan bangkrut ini berdiri pada tahun 1960 an.
Awalnya perusahan rokok ini didirikan di Kota Mojokerto oleh 5 orang bersaudara, yakni Rahmat Soebakti, Sahru Tomo, Soegiarno, Poespo Raharjo dan Hendro Soeharto. Saat dipegang oleh 5 orang bersaudara ini, perusahaan rokok Bokor Mas terus berkembang dan maju.
Pemilik perusahaan kemudian mendirikan perusahaan baru yakni PT. Pura Perkasa Jaya yang juga bergerak di bidang rokok, tepatnya di jalan Anggrek, Kota Blitar. Kedua perusahaan rokok tersebut, memang sejak awal membidik pasar perokok menengah ke bawah.
Market utama dari dua perusahaan rokok tersebut, juga berada di luar pulau Jawa. Bahkan di era 1990-an, rokok Bokor Mas sempat mencapai puncak kejayaannya. Daerah yang menjadi market terbesar rokok Bokor Mas adalah Banjarmasin. Hampir 50 persen produksi rokok bermerek Bokor Mas tersebut terjual ke Banjarmasin.
“Dulu itu awal didirikannya oleh 5 orang sekeluarga, kemudian meninggal yang pertama, kedua dan yang ketiga, tinggalah 2 bersaudara yang memiliki anak, ini saat bangkrut ini generasi ke 2,” kata General Manager PT. Bokor Mas, Didik Nur Wahyudi, Rabu (06/09/23).
Baca Juga: Pailit, Utang Pabrik Rokok Bokor Mas Blitar Hampir Rp800 M
Masa kejayaan perusahaan rokok Bokor Mas ini berlangsung selama tahun 1990 hingga awal 2000. Pamor rokok Bokor Mas mulai meredup pada tahun 2010 an. Saat banyak perusahaan rokok filter yang bermunculan.
Penurunan penjualan rokok Bokor Mas ini sebetulnya tidak berlangsung lama. Pada tahun 2013 lalu, penjualan Rokok Bokor Mas sempat meningkat dengan market pasar terbesarnya ada di Batam.
Seiring berjalannya waktu dan banyaknya produk rokok yang bermunculan, Bokor Mas tidak bisa bersaing. Meski pada nyatanya pelanggan setia Bokor Mas masih tetap ada.
Menurut sang General Manager, Didik Nur Wahyudi produk rokok Bokor Mas tetap laku dipasaran. Namun ada permasalahan di dalam internal yang membuat perusahan kesulitan mendapatkan dana untuk berproduksi.
“Sebetulnya tetap laku lo mas, tapi ya itu tapi ya itu kesulitan produksi kesulitan dana,” ungkapnya.
Kini masa kejayaan dari perusahaan rokok Bokor Mas tinggal kenangan semata. Seluruh aset perusahaan rokok yang ada di Kota dan Kabupaten Blitar tersebut kini akan dijual untuk menutup seluruh hutang PT. Bokor Mas yang mencapai lebih dari Rp. 800 miliar rupiah. (owi/ted)






