Ekbis

PGN Saka Tingkatkan Ekonomi Nelayan Ujungpangkah Gresik

Perkumpulan nelayan Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik saat mendapat pendampingan dari perusahaan Migas PGN Saka

Gresik (beritajatim.com) – Operator hulu minyak dan gas (Migas) Blok Pangkah, Saka Indonesia Pangkah Limited atau PGN Saka terus berkomitmen mengembangkan masyarakat di wilayah kerja perusahaan.

Kali ini, PGN Saka melakukan pendampingan terhadap nelayan Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik guna meningkatkan ekonomi di lingkungan nelayan setempat.

External Relation Analyst PGN Saka, Arijatno menuturkan, Desa Banyuurip yang berada di ring satu sebagian besar mata pencarihannya nelayan. Dari lingkungan nelayan tersebut, ada kelompok usaha bersama dengan omset penjualannya perbulan rata-rata Rp 90 ribu yang berkonsentrasi pada pelestarian kawasan mangrove serta keanekaragaman hayati mangrove.

“Melalui Kelompok Peduli Mangrove dan Lingkungan Desa Banyuurip (KPMLB). Saat ini memiliki lokasi pembibitan 60.000 bibit mangrove, dan terdapat 18 jenis yang dibudidayakan di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah,” tuturnya, Sabtu (10/04/2021).

Selain memperdayakan pelestarian tanaman mangrove lanjut Arijatno, perusahannya juga menggandeng istri nelayan yang memiliki usaha memproduksi olahan khas daerah setempat seperti kupang krispi, krupuk ikan payus, stik mangrove dan sebagainya.

“Dengan pendampingan ini, kelompok nelayan Desa Banyuurip mampu membuat perencanaan dan SOP. Sehingga, secara kelembagaan semakin maju serta memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, fasilitator Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Heri Saputro mengatakan, adanya dokumen perencanaan dan SOP ini akan memudahkan bagi perusahaan migas PGN Saka maupun mitra pendamping program mensinergikan dengan dinas terkait guna melakukan monitoring maupun evaluasi program pemberdayaan masyarakat (PPM).

“Dari hasil musyawarah bersama disepakati dokumen SOP kelembagaan rukun nelayan dan program kerja yang akan dikembangkan melalui kelompok usaha bersama, kelompok peduli mangrove yang fokus pada konservasi kawasan mangrove, peningkatan pembibitan keanekaragaman hayati mangrove, edukasi mangrove atau pendampingan penelitian ekosistem mangrove,” katanya.

Ketua Rukun Nelayan Desa Banyuurip Ainur Rofiq mengapresiasi pendampingan yang dilakukan PGN Saka yang memperdayakan nelayan di sekitar perusahaan migas tersebut.

“Adanya kegiatan ini kita semua bisa belajar kembali dan dapat menjalankan program kerja sehingga nelayan Desa Banyuurip bisa lebih lagi,” paparnya.

Ihsanul Haris selaku Kepala Desa Banyuurip, mengemukakan kekuatan ekonomi di desanya bergantung pada organisasi-organisasi di dalam desa.

“Kebesaran kelompok nelayan dan kelompok ekonomi didalamnya dapat menjadikan desa kami semakin besar. Karena itu, mari kita hilangkan rasa egosentrisme dan berkomitmen membesarkan rukun nelayan,” pungkasnya. (dny/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar