Ringkasan Berita
* PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan pada kuartal I 2026 dengan laba bersih mencapai Rp3,18 miliar.
* Perusahaan menargetkan pertumbuhan 10% di tahun 2026 melalui rencana ekspansi kapasitas produksi pabrik Indosena sebesar dua kali lipat serta penetrasi pasar ekspor tepung kelapa ke Sri Lanka demi memperkuat dominasi di industri pengolahan kelapa global.
——————————————————
Surabaya (beritajatim.com) – PT Indo Oil Perkasa Tbk (kode saham: OILS) menatap tahun 2026 dengan optimisme tinggi. Perusahaan pengolahan Crude Coconut Oil (CNO) ini mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal pertama dan bersiap melakukan ekspansi besar-besaran untuk memperkuat posisinya di pasar domestik maupun internasional.
Dalam paparan publik yang digelar di Hotel Vasa, Surabaya, Jumat (12/6/2026), Direktur Keuangan PT Indo Oil Perkasa Tbk, Albert Widakdo Sutanto, memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sebesar 10% dibandingkan tahun lalu, dengan target omzet bersih mencapai Rp8,5 miliar.
Keyakinan manajemen didukung oleh lonjakan performa pada kuartal I 2026. Penjualan perusahaan melesat ke angka Rp299,9 miliar, naik signifikan dari posisi Desember 2025 yang sebesar Rp201,8 miliar. Laba bersih pun tercatat melonjak tajam menjadi Rp3,18 miliar dibandingkan periode akhir tahun lalu yang berada di angka Rp405,7 juta.
Menjawab tantangan pertumbuhan, perseroan berkomitmen menggandakan kapasitas produksi pabrik Indosena, hasil kemitraan strategis dengan Sena Mills Refineries asal Sri Lanka, hingga akhir tahun 2026.
Direktur Utama PT Indo Oil Perkasa Tbk, Johan Widakso Liem, memastikan bahwa infrastruktur yang ada saat ini sudah mendukung rencana tersebut.
“Saat ini kapasitas produksi baru mencapai 25 ton per hari dari desain awal 60 ton per hari. Infrastruktur yang sudah dipersiapkan sejak awal memudahkan kami untuk melakukan ekspansi,” jelas Johan.
Selain meningkatkan kapasitas, perusahaan juga fokus pada strategi hilirisasi melalui riset pengembangan berkelanjutan dan pembangunan *refineries* terintegrasi. Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas produk sekaligus memberikan nilai tambah (value added) yang lebih tinggi.
Dalam rangka memperluas jangkauan ekspor, perseroan membidik pasar Sri Lanka sebagai target utama. Produk yang menjadi andalan untuk pasar ini adalah tepung kelapa (desiccated coconut flour). Johan menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi perusahaan untuk menguasai pangsa pasar di negara mitra strategis tersebut.
Ke depannya, manajemen bertekad mentransformasi Indooil menjadi perusahaan yang berkelanjutan (sustainable company) yang mampu memproduksi seluruh turunan kelapa.
“Target dan harapan kami sama, yakni menjadi salah satu pemain kelapa terbesar, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat dunia,” pungkas Albert.[rea]






