Blitar (beritajatim.com) – Sebulan lebih harga beras premium di pasaran Kota Blitar mencapai Rp71 ribu per 5 kilogram. Sementara untuk beras kelas medium masih tetap bertahan di angka Rp62 ribu per 5 kilogramnya.
Banyaknya bantuan sosial berupa beras yang diberikan oleh pemerintah nyatanya belum mampu menekan harga di pasaran. Yang terakhir pemerintah melalui Badan Pangan Nasional memberikan bantuan beras kepada 8.069 keluarga penerima manfaat di Kota Blitar.
Dalam penyaluran bansos ini setiap KPM berhak menerima 10 kilogram beras. Jatah beras 10 kilogram tersebut diperuntukkan selama 1 bulan. Pemerintah berharap bantuan sosial ini bisa meringankan beban warga, serta menekan harga beras yang saat ini tengah melambung tinggi di pasaran.
“Bantuan ini akan disalurkan selama 3 bulan ke depan mulai September, Oktober hingga November setiap KPM berhak menerima 10 kilogram beras,” kata Wali Kota Blitar, Santoso, Kamis pekan lalu.
Namun nampaknya pemberian bantuan sosial ini tidak efektif untuk menekan harga beras di pasaran. Menurut para pedagang di Pasar Pon Kota Blitar sejak adanya operasi pasar hingga penyaluran bansos selama beberapa bulan terakhir, harga beras di pasaran tak kunjung turun.
BACA JUGA:
Beras Mahal, Warga Kota Blitar Beralih ke Ampok Jagung
Bantuan sosial itu memang bermanfaat membantu warga yang ekonominya kurang mampu, namun tidak menyelesaikan permasalahan harga. Menurut pedagang selama stok beras belum kembali normal maka dipastikan harga juga akan tetap tinggi.
“Harga masih tetap stabil tinggi, Adanya bansos belum berdampak ke penurunan harga, soalnya pasokan juga masih sulit kan, ini kan imbas kemarau,” kata Argo Saputra, pedagang beras di Pasar Pon Kota Blitar.
Pedagang menyebut tingginya harga ini sebagai imbas dari berkurangnya pasokan gabah dari petani akibat gagal panen. Para pedagang mengaku pasokan beras ke kiosnya berkurang hingga 30 persen dari hari biasa.
BACA JUGA:
Beras Mahal, Tiwul Jadi Bahan Pangan Alternatif di Blitar
Para pedagang pun berharap pemerintah terlebih dahulu memperbaiki dan menambah pasokan beras ke pedagang. Sehingga ketika stok melimpah maka harga beras di pasaran akan turun sendiri.
“Ini kan terjadi akibat musim kemarau sehingga stok beras berkurang drastis ke pedagang, seharusnya pemerintah juga memikirkan itu,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut pun membuat para pedagang kini juga ikut bingung. Pasalnya dengan adanya banyak bansos, penjualan pedagang juga terdampak penurunan. Bahkan penjualan beras saat ini turun hingga 50 persen lebih. Akibat banyaknya pasokan beras bansos ke warga. [owi/beq]






