Ekbis

Mengenal Desa Bibis Magetan Penghasil Jeruk Tembus Pasar Asia Hingga Amerika Selatan

Kepala Desa Bibis, Sudarman saat mengenalkan pohon jeruk Jawa, Jumat (9/4/2021).(Foto/Ade Mas Satrio).

Magetan (beritajatim.com) – Siapa sangka jika Desa Bibis, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan memiliki satu jenis jeruk yang paling dicari pembeli yaitu jeruk Jawa.

Kepala Desa Bibis Sudarman, mengaku tidak tahu pasti darimana jenis jeruk tersebut, karena bibit tersebut berawal dari tanaman jeruk milik neneknya yang dikembangkan sejak tahun 1971.

Keistimewaan jeruk Jawa adalah memiliki rasa manis dengan kadar air tinggi serta memiliki warna merah cerah dengan kulit yang tipis dan daging buah yang tebal. Istimewanya lagi jeruk jawa mampu memiliki berat 4 sampai 5 kilogram.

“Cuma ada satu pohon punya nenek. Saya inisiatif mencangkok menggunakan pelepah pisang. Saya juga dimarahi bapak saya karena menanam 6 pohon ditengah kebun tidak dipinggir. Setelah panen, panen pertama itu laku Rp100rb, itu jaman dulu sudah banyak,” kata Sudarman kepada¬†beritajatim.com, Jumat (9/4/2021).

Kepala Desa Bibis, Sudarman saat mengenalkan pohon jeruk Jawa, Jumat (9/4/2021).(Foto/Ade Mas Satrio).

Sudarman menambahkan, keistimewaan jeruk jawa bahkan sampai ke Negara India, Thailand bahkan sampai ke Negara Chili Amerika Selatan. Dia mengaku diundang ke negara-negara tersebut untuk mengisi materi terkait pengembangan potensi jeruk yang ada di desanya pada tahun 2011 lalu.

“Hampir 70 persen lahan di Desa Bibis ditanami berbagai macam jeruk oleh warga karena memiliki nilai jual yang cukup tinggi dimana 1 buah jeruk Jawa mempunyai harga 6 hingga 10 ribu rupiah,” papar Sudarman.

“Pedagang jeruk itu katanya tidak laku, setelah tahu rasanya justru itu yang laku sampai saya didatangi orang Indos, orang Thailand sampai Chili itu kesini semua lihat jeruk. Setelah saya datang ke India shotingnya orang disana itu diperlihatan semua. Saya mempraktekkan menanam jeruk pertama kelai kedua kali sampai berbuahnya itu bagaimana saya jelaskan semua,” tambahnya.

Di Desa Bibis sendiri saat ini ada 16 jenis jeruk yang diupayakan warga. Kades Bibid Sudarman berharap panen raya jeruk Bulan Mei menjadi moment kebangkitan kembali Jeruk Jawa didesanya untuk kembali dikembangkan dan dikenal dunia. (asg/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar