Blitar (beritajatim.com) – Menjelang Lebaran 2023, tiket bus Surabaya-Blitar mengalami lonjakan. Sejak tiga hari terakhir, tarif bus Surabaya-Blitar via Kediri menjadi Rp65 ribu.
Tarif tersebut naik 25 persen dibandingkan saat kondisi normal. Di hari normal, tiket bus Blitar-Surabaya hanya Rp40 ribu.
Meski demikian, pihak manajemen perusahaan otobus mengklaim peningkatan harga ini masih sesuai dengan batas atas harga tiket bus yang ditetapkan oleh pemerintah.
“Yang dulu Rp40 ribu sekarang Rp65 ribu, iya itu masih sesuai dengan batas atas harga tiket bus yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujar pengawas PO Bus Harapan Jaya di Terminal Tipe A Patria Kota Blitar, Isbianto, Selasa (18/4/2023).
Peningkatan harga tiket bus ini masih terjadi untuk kelas patas (cepat terbatas) saja. Sementara untuk ekonomi hingga saat ini tarif tiket bus masih normal.
Baca Juga:
Sopir Bus di Terminal Patria Blitar Jalani Tes Urine
Selain Blitar-Surabaya, sejumlah jurusan seperti Surabaya-Jombang hingga Surabaya-Kediri juga ikut mengalami peningkatan. Untuk tiket bus jurusan Jombang-Surabaya atau sebaliknya mengalami peningkatan dari Rp25 ribu kini naik menjadi Rp40 ribu.
Sementara untuk bus patas jurusan Pare-Jombang yang sebelumnya mematok tarif Rp20 ribu, kini naik menjadi Rp30 ribu. Begitu pula untuk jurusan Blitar-Kediri, tiket bus patas juga mengalami peningkatan harga yang serupa.
“Untuk Pare jombang kini Rp30 ribu dari yang sebelumnya cuma Rp20 ribu, begitu pula dengan Blitar-Kediri,” tegasnya.
Peningkatan harga tiket bus jenis patas ini meningkat seiring dengan mendekatinya Hari Raya Idul Fitri 2023 ini. Menurut para sopir banyaknya jumlah calon penumpang membuat para sopir harus bekerja ekstra keras sehingga harga tiket bus juga ikut naik.
PO Harapan Jaya harga tiket tersebut merupakan harga resmi dari pemerintah. Sehingga peningkatan harga bukan kemauan dari pihak perusahaan otobus.
“Ini harga resmi pemerintah, bukan kita mau apa gimana bukan,” pungkasnya.
Sementara itu peningkatan harga tiket bus jenis patas ini ditanggapi bermacam-macam oleh warga. Sebagian calon penumpang ada yang mengeluh namun tidak sedikit pula yang menyadari peningkatan harga tiket bus tersebut.
Baca Juga:
Puncak Mudik, 4.000 Orang Diprediksi Turun Terminal Blitar
Salah satu calon penumpang yang menganggap wajar peningkatan harga tiket bus patas ini adalah Yulda. Menurutnya peningkatan harga tiket bus ini sudah menjadi hal yang lumrah terjadi saat musim mudik.
Menurutnya peningkatan harga tiket ini juga diimbangi dengan kualitas pelayanan bus yang semakin baik. Sehingga peningkatan harga sebesar Rp25 ribu tersebut dianggap wajar.
“Biasa saya sih, karena sekarang kualitas busnya juga bagus-bagus jadi mengeluarkan biaya sedikit mahalpun tidak kecewa,” katanya.
Sementara calon penumpang lain ,Dani mengaku sedikit kecewa dengan peningkatan tiket bus patas tersebut. Menurutnya peningkatan harga tiket bus patas ini sedikit memberatkan pemudik yang pulang tidak membawa banyak uang.
Padahal masyarakat tujuan utama pemudik menggunakan bus adalah agar menekan biaya namun tetap dengan kualitas yang baik.
“Ya rada kecewa sih soalnya kan peningkatannya Rp25 ribu kasian yang mudik dengan membawa uang sedikit,” katanya. [owi/beq]






