Blitar (beritajatim.com) – Jelang Iduladha 1444 H, permintaan Elpiji 3 kilogram di Kota Blitar naik hingga 10 persen. Hal itu diungkapkan oleh salah satu agen Elpiji PT. Petro Jaya Gas Elpiji yang berada di Jalan Ciliwung Kota Blitar.
Menurut salah satu agen Elpiji terbesar di Kota Blitar itu, rata-rata permintaan Elpiji selama satu bulan ini mengalami peningkatan hingga 100 tabung. Puncak peningkatan permintaan ini akan terjadi pada Hari Raya Iduladha yang jatuh pada 29 Juni 2023 mendatang.
“Peningkatannya sekitar 10 persen, itu satu bulan ya, tapi memang puncak peningkatan permintaan pada Hari Raya Iduladha mendatang,” kata Kepala gudang PT Petro Jaya Gas, Dwi Cahyono, Selasa (27/6/2023).
Meski mengalami peningkatan permintaan namun stok Elpiji 3 kilogram di Kota Blitar masih cukup aman. Saat ini PT. Petro Jaya Gas yang menyuplai beberapa pangkalan di seluruh Kota Blitar mengaku menerima pasokan 560 tabung gas per hari.
Baca Juga:
Sidak, 4 Kambing di Kota Blitar Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Kurban
Pasokan Elpiji 3 kilogram yang dikirimkan oleh PT Patra Niaga Jatimbalinus ini juga masih rutin dan tidak terjadi kelangkaan. Sehingga diperkirakan semua kebutuhan Elpiji masyarakat Blitar di momen Iduladha ini bisa terpenuhi.
“Stok masih aman masih mencukupi dan normal pasokan,” imbuhnya.
Harga Elpiji 3 kilogram di Kota Bung Karno sendiri juga masih normal. Elpiji 3 kilogram di tingkat agen saat ini dijual dengan harga Rp14.500 per tabung.
Sementara untuk ditingkatkan sub agen atau pangkalan saat ini Elpiji 3 Kg dijual dengan harga Rp16 ribu per tabung. PT. Petro Jaya Gas sendiri memastikan bahwa tidak ada peningkatan harga meski terjadi lonjakan permintaan dari konsumen.
Hal itu selaras dengan arahan Pertamina dan Pemerintah Pusat.
“Harga masih normal dan kami pastikan tidak ada perubahan harga meski permintaan meningkat,” ucapnya.
Baca Juga:
Warga Jatim Beli Elpiji 3 Kg di Pangkalan Resmi Pertamina Agar Dapat HET Rp16 Ribu
Sementara itu untuk proses pembelian Elpiji 3 Kg masih sama dengan yang dulu. Kebijakan pembelian Elpiji 3 Kg dengan menggunakan KTP saat ini belum diterapkan dan masih dalam tahap sosialisasi.
Rencananya kebijakan pembelian Elpiji 3 kilogram ini akan mulai diterapkan pada awal tahun 2024 mendatang. Kebijakan ini diterapkan berkaitan dengan jumlah penerima subsidi Elpiji 3 kilogram.
Meski belum diterapkan namun diharapkan masyarakat kategori mampu atau UMKM tidak menggunakan Elpiji 3 Kilogram, dan beralih ke gas non subsidi.
“Belum diterapkan masih dalam tahap sosialisasi ya kalau di Blitar ini masih normal-normal saja,” imbuhnya. [owi/beq]






