Jember (beritajatim.com) – Bantuan pemerintah daerah untuk pelaksanaan Jember Fashion Carnaval (JFC) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, bertambah di tengah efisiensi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2025.
“Hari ini kita mengefisiensikan anggaran beberapa kegiatan. Tapi beberapa kegiatan yang bisa menimbulkan multiplier effect seperti JFC tidak diefisiensi,’ kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Daerah Jember Bambang Rudianto.
Setelah dilakukan efisiensi, Disparbud Jember memperoleh anggaran Rp 18 miliar, atau bertambah Rp 3 miliar dari alokasi awal. Rp 1,9 miliar di antaranya untuk JFC. Menurut Rudianto, JFC mendapatkan tambahan Rp 400 juta dari alokasi awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2025.
Sementara itu kurang lebih Rp 1,1 miliar tambahan dibagi untuk kegiatan tiga bidang di Disparbud Jember, yakni bidang pariwisata, ekonomi kreatif, dan budaya.
Besarnya tambahan anggaran untuk JFC menurut Rudianto beralasan. “JFC ini ikonik. JFC tidak hanya dikenal secara lokal, regional, maupun nasional, tapi internasional. Dan semua support terhadap JFC ini. Tidak hanya lokal, tapi juga dari Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan dan dari pemerintah provinsi,” katanya.
Bahkan, menurut Rudianto, pelaku industri wisata di Jepang mendukung JFC. Rencananya ratusan warga Jepang akan hadir untuk menyaksikan dan berpartisipasi di JFC, Agustus mendatang.
JFC juga memiliki dampak besar bagi perekonomian Jember. “Ada 2.600 UMKM yang bisa mengais rezeki di situ. Mereka mempunyai omset Rp 12 miliar lebih. Hunian hotel okupansinya luar biasa, sudah di atas 60 atau 70 persen. Jadi kita memberikan stimulan, feedback-nya dan profitnya luar biasa,” kata Rudianto.
Sementara itu sejumlah kegiatan seni budaya yang tidak dilaksanakan karena pemangkasan anggaran, tidak akan dihapus dari kode rekening APBD Jember 2025. “Kami mencoba di Perubahan APBD mudah-mudahan bisa dilaksanakan,” kata Rudianto.
Solusi sementara sembari menanti Perubahan APBD 2025, Rudianto akan bersinergi Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Dinas Koperasi dan UMKM. “Anggaran-anggaran kecil di tiga organisasi perangkat daerah ini kalau disatukan akan jadi sebuah kinerja besar,” katanya.
Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto sejauh belum mendapat laporan soal tambahan anggaran untuk JFC. “Kami juga baru mendengar. Memang banyak anggaran di berbagai bidang yang dihilangkan,” katanya, Rabu (16/4/2025).
Candra percaya Disparbud Jember punya prioritas program wisata dan budaya yang bersejarah dan berdampak secara ekonomi bagi masyarakat.
“Tapi ketika terjadi penambahan di salah satu program, seharusnya di program-program lainnya tidak dilakukan efisiensi yang malah menghilangkan program tersebut,” katanya.
Candra mempertanyakan alasan penambahan Rp 400 juta untuk JFC dengan menghilangkan anggaran sejumlah program kegiatan seni budaya lainnya.
Politisi PDI Perjuangan ini berharap tambahan anggaran Rp 400 juta untuk JFC benar-benar membawa efek domino yang positif bagi perekonomian di Jember. Apalagi ia mendengar JFC tahun ini akan dihadiri jaringan dari luar negeri. “Maka jadikan JFC ini menjadi momentum diplomasi ekonomi, budaya, dan pariwisata,” katanya. [wir]






