Mojokerto (Beritajatim.com)– Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mencatat capaian positif dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mojokerto mencapai 82,35, masuk kategori sangat tinggi, melampaui rata-rata IPM Provinsi Jawa Timur yang sebesar 76,13.
Capaian tersebut juga menempatkan Kota Mojokerto di peringkat keenam tertinggi di Jawa Timur. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan tingginya capaian IPM merupakan hasil dari pengelolaan anggaran yang tepat sasaran dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan tidak diukur dari besarnya anggaran yang terserap, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Anggaran pemerintah bukan sekadar dihabiskan, tetapi harus menghasilkan perubahan nyata terhadap kualitas hidup masyarakat. Ukuran keberhasilan pembangunan adalah dampaknya bagi masyarakat,” ungkapnya, Senin (29/6/2026).
Ning Ita (sapaan akrab, red) menjelaskan, peningkatan IPM menjadi indikator keberhasilan pembangunan di tiga sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan peningkatan daya beli masyarakat. IPM, menurutnya, menjadi indikator keberhasilan pembangunan dari aspek pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.
Untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut, Pemkot Mojokerto terus mengarahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada program-program yang berdampak langsung terhadap pembangunan manusia. Di sektor pendidikan, pemerintah memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan yang berkualitas.
Mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kompetensi masyarakat guna mendongkrak daya beli. Ning Ita menegaskan, seluruh kebijakan penganggaran disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dengan mengedepankan prinsip efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Setiap program, lanjutnya, harus memberikan manfaat yang dapat diukur. Hal tersebut merupakan esensi penganggaran berbasis kinerja yang terus diterapkan Pemkot Mojokerto. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung pembangunan di Kota Mojokerto agar kualitas pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, serta perekonomian masyarakat semakin meningkat.
“Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Dengan kolaborasi seluruh pihak, kami optimistis kualitas hidup masyarakat Kota Mojokerto akan terus meningkat dari tahun ke tahun,” pungkasnya.
Capaian IPM sebesar 82,35 menjadi bukti bahwa pengelolaan APBD yang berorientasi pada pembangunan manusia berjalan efektif. Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi fondasi bagi terwujudnya Kota Mojokerto yang semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera. [tin/but]







