Lamongan (beritajatim.com) – Pemuda asal Kabupaten Lamongan, Faiz Faturrahman Mufli, dipastikan mewakili Provinsi Jawa Timur di ajang Duta Muda Indonesia tingkat nasional, yang akan digelar di Sumatera Utara, pada Mei 2025 mendatang
Kepastian itu didapat siswa kelas XI SMK Penerbangan Dharma Wirawan Sidoarjo tersebut, setelah memenangi gelar Duta Muda Kebudayaan Jawa Timur 2025, sekaligus menandai pencapaian keduanya di level nasional dalam ajang pemilihan duta muda.
Perjalanan Faiz menuju panggung prestasi nasional dimulai dari ketertarikannya saat melihat unggahan teman di media sosial terkait ajang Putra Putri Nusantara Jawa Timur 2024. Dengan dukungan penuh dari orang tua, ia mantap mendaftar dan mengikuti proses seleksi yang cukup ketat.
“Awalnya hanya iseng, tapi setelah mendapatkan izin dari orang tua, saya memutuskan ikut. Ternyata prosesnya cukup menantang, mulai dari tes tulis, wawancara, pra karantina hingga karantina,” kata Faiz, Selasa (1/7/2025).
Pada ajang Putra Putri Remaja Nusantara Indonesia edisi 2024, Faiz juga berhasil melaju ke tingkat Nasional, untuk bersaing dengan peserta dari delapan provinsi lainnya. Dengan semangat dan tekad kuat, Faiz berhasil meraih gelar Putra Remaja Nusantara Indonesia Lingkungan 2024.
“Rasanya sangat membanggakan bisa membawa nama baik Kabupaten Lamongan dan Provinsi Jawa Timur. Apalagi saat preliminary talent show, saya berkesempatan mengenakan baju adat Batik Khas Lamongan (BKL) yang semakin menambah kebanggaan,” tuturnya.
Kemudian tahun ini, Faiz kembali mengikuti ajang Duta Muda Jawa Timur. Melalui persaingan yang ketat dengan peserta dari berbagai kabupaten dan kota, ia kembali meraih prestasi dengan masuk Top 5 dan menyandang gelar Duta Muda Kebudayaan Jawa Timur 2025.
“Ini pencapaian yang sangat berarti. Saya akan kembali mewakili Jawa Timur di ajang Duta Muda Indonesia tingkat nasional untuk kedua kalinya” ucapnya.
Faiz mengaku bahwa seluruh pencapaian ini tidak lepas dari doa dan dukungan keluarga, teman, dan pihak-pihak yang telah mendukungnya. Ia juga berterima kasih kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan serta Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan atas dukungan yang diberikan.
“Bagi saya, mengikuti ajang duta bukan sekadar mengejar selempang atau jabatan. Ini tentang kontribusi, pengabdian, dan dedikasi untuk masyarakat,” ujarnya. [fak/aje]






