Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait memutuskan tidak menggelar griya atau open house di Pendaoa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ini bentuk dukungan terhadap kebijakan efisiensi bahan bakar minyak pemerintah pusat.
“Kita tahu bahwa kondisi di Timur Tengah yang tidak stabil membuat harga minyak dunia fluktuatif. Ketika harga minyak dunia naik drastis dan harga BBM tidak dinaikkan, pasti akan menambah beban subsidi pemerintah pusat,” kata Bupati Fawait, ditulis Selasa (24/3/2026).
Fawait memahami bahwa sudah selayaknya Presiden Prabowo Suboanto menganjurkan efisiensi kepada semua pihak. “Bukan berarti stok BBM langka. Stoknya masih aman, tapi memang ini terkait beban subsidi BBM,” kata Fawait.
“Maka sebagai bagian dari kader dan bagian dari NKRI, saya putuskan tahun ini tidak ada open house di pendapa,” kata Fawait.
Kendati tak ada open house di Pendapa Wahyawibawagraha, silaturahim pada saat lebaran jalan terus.
Bupati Fawait diagendakan menerima tamu di Pondok Pesantren Nurul Chotib Al-Qodiri IV, Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, pada 21-25 Maret 2026, mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WIB.
“Kita seperti biasa, kalau pun ada tamu datang, kita terima di Pondok dengan alakadarnya. Sekali lagi niat kita adalah untuk mendukung efisiensi yang dilakukan pemerintah pusat,” kata Fawait.
Bupati Fawait juga tengah mempersiapkan skema Work From Home (WFH) sebagai antisipasi perintah dari pusat. “Kita punya pengalaman saat Covid. Insyaallah kalau pun ada WFH, dalam satu minggu mungkin ada WFH sehari atau dua hari, tidak akan mengganggu pelayanan publik di Kabupaten Jember,” katanya.
Bagi Fawait, lebaran kali ini berkesan karena dirayakan di kampung halaman. “Alhamdulillah momen Idulfitri tahun ini lebih baik daripadsa tahun sebelumnya,” katanya.
Tunjangan hari raya untuk pegawai negeri sipil, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja penuh waktu, dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja paruh waktu sudah terealisasi. Begitu juga insentif guru ngaji, honor kader posyandu, dan TPG (Tunjangan Profesi Guru).
“Hampir seluruh kewajiban Pemkab Jember sudah terealisasi, sehingga kita bisa berlebaran dengan tenang. Masyarakat bisa tersenyum. Walau pun tentu ada konsekuensi ketika perputaran uang di Jember ini makin meningkat, akan menambah inflasi,” kata Fawait.
Namun Fawait tak terlampau cemas. “Secara teori kita ada target inflasi plus minus satu persen. Kalau pun ada inflasi, tapi masih di bawah pertumbuhan ekonomi, ya masih aman, karena tidak selamanya inflasi jelek. Deflasi juga tidak selamanya baik. Deflasi kalau berkelanjutan, menandakan tidak berkembangnya ekonomi di suatu daerah,” katanya. [wir]






