Surabaya (beritajatim.com) – Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Gerindra, dr. Benjamin Kristianto, menyuarakan keprihatinannya terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang melanda Kabupaten Sumenep.
Menurut dr. Benjamin, faktor utama yang memicu terjadinya KLB ini adalah rendahnya cakupan imunisasi di masyarakat. Hal ini terjadi karena adanya kepercayaan yang salah terhadap hoaks seputar vaksin yang beredar di tengah-tengah masyarakat.
Benjamin menjelaskan bahwa salah satu alasan utama penurunan tingkat imunisasi adalah ketakutan orang tua terhadap efek samping vaksin dan isu kehalalan vaksin. “Janganlah mendengar Hoaks!!!” tegas dr. Benjamin, yang meminta masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, Minggu (28/9/2025).
Terkait dengan situasi wabah campak ini, dr. Benjamin mengungkapkan beberapa langkah yang perlu segera diambil oleh pemerintah untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit tersebut.
Rekomendasi untuk Mengatasi Wabah Campak
dr. Benjamin merincikan langkah-langkah antisipasi yang harus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi wabah campak yang mulai melanda beberapa daerah:
Imunisasi Kejar: Program imunisasi ulang harus segera dilaksanakan, terutama bagi anak-anak yang belum mendapat imunisasi lengkap. Imunisasi kejar ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan vaksinasi di kalangan anak-anak, sehingga bisa mencegah penyebaran penyakit campak.
Prosedur Pengendalian Fokal: Di wilayah yang teridentifikasi terdapat penderita campak, langkah-langkah pengendalian fokal harus segera diterapkan. Hal ini mencakup pelacakan kontak, pemberian obat, isolasi mandiri, serta imunisasi pada 20 rumah yang berada di sekitar penderita campak. Pendekatan ini diharapkan dapat memutus rantai penyebaran virus.
Edukasi dan Deteksi Dini: Salah satu upaya penting adalah melakukan sosialisasi secara masif mengenai pentingnya imunisasi campak dan dampak buruk dari penyakit ini. Selain itu, aparat desa hingga Babinsa diminta untuk berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dan mengajarkan cara mendeteksi gejala campak sejak dini.
Kesiapan Fasilitas Kesehatan: dr. Benjamin juga menekankan pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan, terutama Puskesmas yang harus memastikan ketersediaan ruang isolasi dan vaksin yang cukup untuk menangani potensi wabah yang lebih besar. Dinas Kesehatan diharapkan dapat berkoordinasi dengan seluruh Puskesmas di wilayah Jawa Timur.
“Dinas Kesehatan dan Puskesmas juga harus memastikan ketersediaan vaksin,” ujar dr. Benjamin menutup pembicaraan. [tok/suf]






