Ringkasan Berita:
- Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, mendorong penambahan dua rute baru Wira-Wiri Suroboyo pada 2027 dengan mengoptimalkan anggaran yang tersedia.
- Penambahan rute masih dalam tahap penghitungan kebutuhan operasional dan anggaran BLUD yang direncanakan mencapai Rp783 miliar pada 2027.
- Penguatan layanan juga dilakukan melalui rencana pembukaan jalur RS Eka Candrarini–RS Soewandhie dan penambahan 18 mikrobus untuk rute TIJ–Lakarsantri.
- DPRD Surabaya turut mendorong peningkatan kapasitas armada Purabaya–Kenpark dan integrasi Wira-Wiri dengan Trans Jatim, meski akses ke Terminal Intermoda Joyoboyo masih dibahas.
Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, mendorong penambahan dua rute baru layanan feeder Wira-Wiri Suroboyo pada 2027. Rencana tersebut akan diupayakan melalui optimalisasi anggaran yang tersedia tanpa menambah alokasi anggaran, sekaligus meningkatkan kapasitas armada pada jalur dengan tingkat keterisian penumpang tinggi.
“Jadi nanti tahun depan ada dua rute tambahan. Tapi ini masih kita hitung lagi dengan saling menggeser dengan anggaran yang lain tanpa menambah anggaran, tapi kita mengoptimalkan anggaran BLUD yang rencananya tahun depan itu Rp783 miliar,” ujar Eri, Rabu (28/10/2026).
Eri menjelaskan, penambahan dua rute tersebut masih memerlukan penghitungan kebutuhan operasional dan kemampuan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Pengaturan anggaran dilakukan dengan mempertimbangkan keberlangsungan pelayanan publik di sektor lain agar pengembangan transportasi tidak mengganggu program yang telah berjalan.
Sebelum penambahan rute pada 2027, Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan pengembangan layanan pada jalur Rumah Sakit Eka Candrarini–Rumah Sakit Soewandhie yang dijadwalkan pada November 2026. Penguatan layanan juga dilakukan melalui penambahan armada pada rute Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ)–Lakarsantri.
Sebanyak 18 mikrobus baru dijadwalkan melayani rute TIJ–Lakarsantri mulai Senin (26/10/2026), dengan satu unit tambahan sebagai armada cadangan. Penambahan armada tersebut diharapkan memperkuat kapasitas layanan sekaligus mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat.
Selain memperluas jaringan layanan, Komisi C DPRD Surabaya mendorong peningkatan kapasitas kendaraan pada jalur Purabaya–Kenpark. Tingginya keterisian penumpang dan jarak perjalanan yang cukup jauh menjadi pertimbangan untuk mengganti armada berkapasitas lebih kecil dengan minibus.
“Dan sekarang kita harapkan bisa upgrade ke minibus, karena load factor-nya cukup tinggi. Dan untuk kenyamanan penumpang juga karena jaraknya lumayan jauh,” jelas Eri.
Legislator PDI Perjuangan tersebut mengatakan, peningkatan kapasitas armada Purabaya–Kenpark masih dalam tahap perhitungan. Sebelumnya, operasional rute tersebut sempat mengalami perubahan terkait penggunaan jalan tol sebelum akhirnya kembali melintasi tol setelah dilakukan penyesuaian anggaran dan pengaturan layanan.
Di sisi lain, DPRD Surabaya turut mendorong integrasi layanan Wira-Wiri dengan Trans Jatim untuk memudahkan masyarakat menjangkau pusat aktivitas. Salah satu rencana yang dibahas bersama Dinas Perhubungan Jawa Timur adalah penyediaan layanan pengumpan dari kawasan rumah susun menuju pusat kota.
Namun, pembahasan integrasi tersebut masih menghadapi persoalan teknis terkait akses Trans Jatim ke Terminal Intermoda Joyoboyo. Perbedaan rencana mengenai akses masuk ke kawasan terminal menjadi salah satu hal yang perlu diselesaikan agar konektivitas antarmoda dapat berjalan optimal.
“Cuma kemarin yang belum sepakat kan Trans Jatimnya ingin masuk langsung ke TIJ. Itu yang sempat ramai kemarin,” ungkapnya.
Eri menegaskan, pengembangan transportasi publik perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan penumpang dan kemampuan anggaran daerah. Dia berharap penambahan rute, peningkatan kapasitas armada, serta integrasi antarmoda dapat memperluas akses masyarakat terhadap transportasi yang nyaman dan efisien. [asg/beq]






