Surabaya (beritajatim.com) – DPRD Surabaya mendorong Pemerintah Kota (pemkot) untuk mengoptimalkan pelaksanaan Perda Corporate Sosial Responsibility (CSR). Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Camelia Habiba mengatakan hal itu bertujuan untuk membantu masalah perekonomian dan masalah sosial yang ada di kota Surabaya.
“Kami mendorong pemerintah kota dalam mengoptimalkan pelaksanaan Perda CSR. Kami juga ingin mendorong semangat kerjasama untuk mengingatkan stakeholder (Perusahaan) yang ada di kota Surabaya,” ujar politisi PKB Surabaya ini, Rabu (7/6/2023).
Menurut Habiba, mengingatkan kepqda stakeholder atau perusahaan agar tak hanya meraup untung di Kota Surabaya. Namun, juga ikut peduli membangun kota Surabaya baik secara ekonomi maupun sosial
“Kewajiban kewajiban seperti itu harus diingatkan oleh pemerintah kota,” imbuh Habiba.
Komisi A, kata Habiba, akan mengundang perusahaan terkait menurunnya bantuan CSR di Kota Surabaya. Sehingga, mendapatkan masukan dan alasan apa yang membuat mereka kurang ada cinta untuk warga kota Surabaya.
“Kami juga ingin mendengar masukan dari sisi mereka (stakeholder atau perusahaan). Sehingga kita nanti mencarikan solusi bareng bareng,” tegas Habiba
Sementara itu, Kepala Bagian Hukum dan kerjasama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya Sidharta Praditya Revienda Putra mengatakan, bahwa komisi A meminta informasi terkait pelaksanaan CSR di tahun 2022 sampai 2023 dari perusahaan yang disalurkan melalui pemerintah kota Surabaya
Berdasarkan data nilai nominal CSR dari perusahaan, Sidharta menyebutkan, tahun 2022 kurang lebih 312 miliar. Sedangkan di tahun 2023 imasih 200an juta.
BACA JUGA:
Bantu UMKM, Bank Jatim Salurkan 2 CSR Sekaligus di Lamongan dan Lumajang
Bandell Lighting Salurkan CSR untuk Tekan Angka Stunting
Dia menjelaskan, CSR ini merupakan inisiatif dan tanggung jawab sosial dan lingkungan dari perusahaan perusahaan yang ada di kota Surabaya. “kita juga sudah punya perdanya,” terang Sidharta
Sehingga jika ada perusahaan yang ingin memberikan CSR, pihaknya juga akan melakukan pendataan dan di salurkan kemana. “Misalkan yang saya ingat itu dari bank Jatim menyumbang alat alat komputer berkaitan untuk pelayanan administrasi kependudukan,” pungkas Sidharta. [asg/but]






