Pacitan (beritajatim.com) – DPRD Kabupaten Pacitan menyoroti dampak yang dapat timbul dari kebijakan efisiensi anggaran di sektor pendidikan. Salah satunya, terkait kualitas sekolah.
Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi (ASB) mengungkapkan bahwa pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat berpotensi menurunkan kualitas pendidikan, mulai dari tingkat PAUD hingga SMP. Menurut ASB, keterbatasan anggaran dapat berdampak pada berkurangnya fasilitas sekolah, kurangnya tenaga pendidik berkualitas, hingga terbatasnya akses siswa terhadap sumber belajar.
“Kalau anggaran pendidikan dikurangi, otomatis ada aspek yang dikorbankan, dan itu bisa mempengaruhi kualitas pendidikan di Pacitan,” ujarnya, ditulis Selasa (11/3/2025).
Ia menjelaskan bahwa anggaran pendidikan yang masih tetap tersedia hanya untuk PAUD sebesar Rp1 miliar lebih, serta untuk TK dan SD sekitar Rp207 juta. Sementara dana untuk jenjang SD dan SMP mengalami penyesuaian, yang berimbas pada pembangunan infrastruktur pendidikan.
Sebagai solusi, DPRD Pacitan meminta setiap anggota legislatif di daerah pemilihan (dapil) masing-masing untuk membawa aspirasi pendidikan dalam penyusunan anggaran. Dengan begitu, kebutuhan dasar sekolah seperti tempat ibadah, toilet, dan sarana pembelajaran dapat tetap terpenuhi.
“Kalau misalnya ada sekolah yang belum memiliki musala, atau toilet yang tidak mencukupi bagi siswa, ini harus jadi perhatian bersama. Jangan sampai ego politik menghambat solusi bagi pendidikan,” tambahnya.
DPRD berharap eksekutif dan legislatif bisa menyatukan visi dalam membangun sektor pendidikan agar tidak ada kendala serius terkait pengelolaan dana transfer dari pusat. [tri/beq]






