Jember (beritajatim.com) – DPRD Jember, Jawa Timur, menyarankan kepada Bupati Hendy Siswanto agar prioritas refocusing anggaran Rp 150 miliar untuk penanganan pandemi Covid-19 diarahkan pada kebutuhan tenaga kesehatan lapangan dan jaring pengaman sosial.
“Pertama, untuk alat medis dan tenaga kesehatan. Kedua, untuk jaring pengaman sosial untuk yang sangat terdampak yang memang harus dibantu melalui sembako atau uang tunai. Itu harus diprioritaskan,” kata Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi, Rabu (7/7/2021).
Pemerintah Kabupaten Jember juga disarankan mempersiapkan untuk membuat rumah sakit lapang. “Itu pasti dipertimbangkan ketika rumah sakit-rumah sakit yang ada mungkin sudah sampai pada batas akhir maksimal dalam melayani pasien Covid,” kata Itqon.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-jember”]
Itqon juga berharap vaksinasi digencarkan. “Kami mohon Jember segera disuplai vaksin lagi,” katanya.
Refocusing anggaran untuk pandemi tidak membutuhkan persetujuan DPRD Jember. Namun Itqon berharap bupati tetap bisa menyosialisasikan hasil refocusing tersebut. “Bupati cukup memberitahu ke DPRD. Saya tunggu. Agar kita bisa membantu menyosialisasikan kepada masyarakat, kalau memang data refocusing sudah final, segera DPRD diberitahu,” katanya. [wir/but]






