Jember (beritajatim.com) – Komisi D DPRD Kabupaten Jember meminta kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) agar tidak menjadikan keterbatasan persiapan menjadi alasan dalam menyongsong Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) IX di Malang Raya, medio Juni-Juli 2025.
KONI Kabupaten Jember mengirimkan kontingen berkekuatan 252 orang atlet yang akan bertanding di 35 cabang olahraga. Keterbatasan dana akibat efisiensi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jember menyebabkan pemusatan latihan hanya bisa dilakukan lima kali tatap muka dari rencana 16 kali tatap muka.
Ketua Komisi D Sunarsi Khoris meminta keterbatasan anggaran ini berpotensi menjadi bahan pembicaraan di masyarakat. “Jangan jadikan efisiensi anggaran ini kendala untuk maju,” katanya, ditulis Jumat (9/5/2025).
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jember Edi Budi Susilo mengakui, jika anggaran untuk pembinaan olahraga yang dikelolanya selama ini terbatas dibandingnya banyaknya keperluan cabang olahraga.
Dengan keterbatasan tersebut, Dispora Jember akhirnya memberikan bantuan untuk cabang olahtraga secara bertahap dan memperioritaskan berdasarkan prestasi. “Jadi ukurannya prestasi. Kalau duitnya banyak, ya 50 cabor kita belikan (sarana prasarana) semua,” kata Edi.
Pemerintah Kabupaten Jember juga tidak menutup mata terhadap capaian atlet dengan menganggarkan bonus yang akan diserahkan setelah Pekan Olahraga Provinsi Jatim selesai. “Tapi lagi-lagi karena efisiensi, ini termasuk yang tergulung, juga dengan beberapa kegiatan yang lain,: kata Edi.
Namun kemudian Bupati Muhammad Fawait memerintahkan penambahan jumlah bonus untuk atlet berprestasi yang akan dialokasikan pada Perubahan APBD 2025. [wir]






