Jember (beritajatim.com) – Kabupaten Jember menjadi tuan rumah Zona 1 babak prakualifikasi cabang olahraga sepak bola putra Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur IX yang akan diikuti lima tim dari lima kabupaten, 17-26 Mei 2025.
Pertandingan Zona 1 akan digelar di Stadion Jember Sport Garden dan diikuti tim sepak bola Kabupaten Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi. Dua tim teratas dan peringkat ketiga terbaik di klasemen akhir akan mengikuti Porprov di Malang Raya, akhir Juni hingga awal Juli 2025.
Andil Slamet, Sekretaris Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Jember, mengatakan, tim sepak bola putra Jember sudah dibentuk sejak sebelum Ramadan. “Selama bulan puasa (Maret 2025), kami melakukan TC (Training Center atau Pemusatan Latihan) sampai sekarang,” katanya, Kamis (1/5/2025).
Askab PSSI Jember bertekad memberangkatkan tim sepak bola putra dan putri kendati tidak dibiayai APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah). “Kami harus mandiri, karena PSSI beda. Tidak bisa disamakan dengan cabang olahraga lain,” kata Andik.
Menurut Andik, klub dan sekolah sepak bola anggota Askab PSSI Jember sudah membina pemain selama ini. “Pemain juga ingin tampil. Kalau kami menggagalkan keinginan klub dan pemain, itu kan salah. Terlepas itu kita juara atau tidak,” katanya.
“Juara itu bonus. Hal utama adalah anak-anak tampil, menunjukkan prestasi, dan bisa dikontrak klub-klub sepak bola Liga 3 dan Liga 4, atau memperkuat tim sepak bola Pekan Olahraga Nasional,” kata Andik.
Porprov digunakan sebagai ajang bagi induk-induk cabang olahraga di Jatim, termasuk sepak bola, untuk memantau calon atlet yang memperkuat kontingen PON.
Tak hanya prestasi, Andik mengatakan, sepak bola memberikan sumbangsih terbesar untuk menggerakkan perekonomian lokal.
“Sepak bola tak hanya bisa diukur dengan medali. Ketika ada pertandingan sepak bola, di situ ada pergerakan ekonomi. Seharusnya itu jadi catatan pihak terkait,” katanya. [wir]






