Bangkok (beritajatim.com) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sukses melaksanakan program pendampingan literasi bagi para guru Sekolah Indonesia Bangkok (SIB). Kegiatan ini dilakukan dalam dua sesi: sesi online pada 30 Agustus 2024, dan sesi offline yang berlangsung pada 6 September 2024.
Tujuan utama pendampingan ini adalah meningkatkan keterampilan literasi para guru serta mendukung pengembangan kemampuan membaca dan menulis siswa pada kelas awal.
Pada sesi online, para dosen Unesa membahas pentingnya literasi dalam pendidikan dan menawarkan berbagai metode inovatif untuk menciptakan lingkungan kelas yang mendukung pembelajaran literasi. Pendekatan ini bertujuan agar para guru lebih siap memanfaatkan teknologi digital dalam menciptakan suasana belajar yang dinamis dan interaktif.
“Pendampingan ini memberi wawasan baru tentang cara memperkaya pengalaman belajar siswa,” kata Ari Khusumadewi, salah satu dosen Unesa.
“Kami berharap para guru tidak hanya mengajarkan literasi, tetapi juga menggunakan alat-alat digital untuk membuat pembelajaran lebih menarik,” tambahnya.
Sesi offline di Sekolah Indonesia Bangkok menekankan pada penyusunan perangkat pembelajaran literasi serta metode asesmen yang tepat untuk kelas awal. Kegiatan ini dirancang agar para guru mampu merancang materi yang sesuai dengan kebutuhan siswa, sekaligus mengevaluasi perkembangan literasi mereka dengan lebih baik.
Agustina Rahmawati, salah satu guru kelas di SIB, mengungkapkan, “Pendampingan ini sangat bermanfaat bagi pengembangan metode pengajaran literasi kami. Kami yakin pendekatan ini akan memperkuat fondasi literasi siswa dan meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Indonesia Bangkok.”
Peserta pelatihan memberikan respons positif terhadap program ini, dengan menyatakan bahwa mereka merasa lebih siap untuk menerapkan teknik-teknik baru dalam pengajaran literasi. Selain itu, mereka optimis bahwa hasil dari pendampingan ini akan berdampak positif pada perkembangan akademik siswa.
“Pendampingan ini sangat membuka wawasan kami tentang bagaimana teknologi dapat mendukung pembelajaran literasi,” ungkap Endang Sri Sumartani, guru di SIB yang turut serta dalam pelatihan.
“Metode yang diajarkan sangat relevan dan dapat segera diterapkan dalam proses belajar mengajar sehari-hari,” katanya.
Sekolah Indonesia Bangkok berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan literasi melalui program-program pengembangan profesional. Pendampingan dari Unesa ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kompetensi guru, sehingga mereka dapat mendukung kemajuan literasi siswa di kelas awal dan mendorong pencapaian akademik yang lebih baik. [fiq/beq]






