Surabaya (beritajatim.com) – Perguruan tinggi memegang peran krusial dalam menyiapkan generasi muda sebagai SDM yang unggul. Negara dan kampus sudah seharusnya memiliki roadmap menuju Indonesia Emas 2045.
Dosen Sosiologi Unair Dr Tuti Budirahayu melihat, generasi muda sudah seharusnya ditempa melalui lembaga pendidikan, termasuk kampus. Sehingga, mereka cerdas, terampil, dan menguasai teknologi.
Isu Indonesia Emas 2045 tidak lepas dari bonus demografi pada 2030-2040 mendatang. Jika bonus demografi itu tidak dikelola dengan baik, justru akan menghambat terwujudnya Indonesia Emas. “Bonus demografi yang dimiliki Indonesia hendaknya dipersiapkan dididik, dilatih, dan dipersiapkan untuk mengisi peran-peran sosial, ekonomi, politi, serta melanjutkan estafet pembangunan,” kata Tuti, Selasa (23/1/2024).
Menurutnya, jika generasi muda sebagai unsur bonus demografi tidak dibekali dengan kesempatan dan akses pendidikan yang memadai, mereka justru menjadi sasaran perusakan moral, seperti judi online dan pinjaman online. “Komitmen perguruan tinggi seharusnya mempersiapkan generasi muda yang menjadi unsur penting bonus demografi Indonesia,” lanjutnya.
Tuti menyebut, baik mahasiswa, dosen, mapun tendik, ketiganya memiliki porsi dan kapasitas masing-masing. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memiliki visi relevan hingga 20 tahun mendatang. “Dosen tentu didorong untuk update terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bekal untuk para mahasiswanya. Tendik pun harus memiliki kinerja yang prima dengan kemampuan penguasaan berbagai keahlian serta keterampilan,” kata Tuti.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Konvensi Kampus XXIX dan Temu Tahunan XXV Forum Rektor Indonesia (FRI) sukses digelar di Graha UNESA, Surabaya. Tahun ini, FRI mengusung tema “Peran Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan SDM Unggul, Inovatif, dan Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045′.
FISIP Unair sendiri sejalan dengan komitmen FRI untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 tersebut. Peta jalan, rencana kerja, hingga rencana aksi milik FISIP Unair harus selalu diperbarui dan relevan dengan kondisi terbaru. “Ketiganya dapat segera disosialisasikan dan diinternalisasikan sehingga segenap warga FISIP Unair memiliki mindset yang sama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tandas Tuti. [ipl/kun]






