Surabaya (beritajatim.com) – Doktor muda Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dr Arif Nur Muhammad Ansori menemukan vaksin Covid-19 halal berbasis dendritik.
Arif menyebutkan, vaksin berbasis imunoterapi dengan sel dendritik ini dikembangkan dari hasil penelitian disertasinya. Kata dia, ada sejumlah manfaat yang diperoleh dari vaksin hasil temuannya ini.
Ia mengungkapkan, vaksin temuannya memiliki kelebihan seperti aspek halal, kemudian tidak memerlukan adjuvant, dan respon imun lebih cepat. Selain itu, juga tidak ada penolakan dari tubuh serta minimnya efek samping.
“Jika vaksin yang lain, masih memiliki berbagai macam kekurangan seperti efek samping yang berat, adanya respon penolakan tubuh, dan aspek halal yang masih belum terpenuhi,” ungkapnya, Kamis (3/2/2023).
Ke depan, lanjut dia, hasil penelitiannya ini bisa menjadi dasar konstruksi protein S yang dipakai dalam pembuatan vaksin berbasis imunoterapi dengan sel dendritik. Hal ini sekaligus menjawab persoalan kemandirian Indonesia terkait ketersediaan protein S.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unair”]
Arif berharap, vaksin ini nantinya bisa dipakai secara lebih luas untuk masyarakat Indonesia, mengingat banyak keunggulan yang dimiliki oleh vaksin temuannya itu.
“Harapannya vaksin ini dapat digunakan lebih luas untuk masyarakat Indonesia mengingat akan keunggulan dibanding lainnya seperti aspek halal dan minimnya efek samping yang ditimbulkan,” harapnya.
Sebagai informasi, dalam proses penelitiannya, Arif bersama tim dari Profesor Nidom Foundation melakukan analisis terhadap virus Covid-19. Di situ, Arif fokus pada protein S. Kemudian, protein yang didapat itu dipetakan melalui metode in silico dan in vitro. Dimana, hasilnya berupa protein terbaik dalam menghasilkan respon imun. [ipl/but]






