Madiun (beritajatim.com) – BASF Indonesia memperkenalkan herbisida pratumbuh terbaru, Luxinum, yang diklaim mampu memberikan efektivitas lebih tinggi dalam mengendalikan gulma resisten di lahan padi. Produk berbahan aktif Luximo ini hadir dengan Mode of Action baru (HRAC Group 30) yang dinilai lebih cepat bekerja dan memberikan perlindungan residu hingga 21 hari.
“Luxinum memberikan hasil yang lebih cepat, membutuhkan aplikasi lebih sedikit, serta manajemen resistensi yang lebih baik, sehingga menjadi pilihan unggul untuk pengendalian gulma berkelanjutan,” ujar Aslih Srilillah, Indonesia Marketing Head BASF Agricultural Solutions Indonesia. Produk ini tersedia dalam kemasan 50 ml dan 100 ml, dengan dosis anjuran 100–150 ml per hektar.
Untuk memastikan efektivitasnya, BASF telah menggelar lebih dari 270 demonstrasi lapangan di berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Madiun dan Sulawesi. Dari hasil uji coba tersebut, petani melaporkan pengendalian gulma terlihat hanya dalam waktu 1–2 minggu setelah aplikasi. Mereka juga merasakan perbaikan kesehatan tanaman serta berkurangnya kebutuhan aplikasi ulang.
“Umpan balik yang diterima konsisten positif, terutama ketika Luxinum digunakan sesuai rekomendasi pada label produk,” kata Aslih.
Aslih melanjutkan, Indonesia menjadi negara pertama yang menggunakan Luxinum. Tidak menutup kemungkinan produk ini juga diluncurkan di negara lain namun tentu setelah melalui riset dari BASF.
BASF menegaskan bahwa peluncuran Luxinum tidak hanya berorientasi pada penjualan produk, tetapi juga pada transfer teknologi dan edukasi berkelanjutan kepada petani. Perusahaan multinasional asal Jerman ini telah menurunkan lebih dari 250 tenaga lapangan di seluruh Indonesia. Mereka secara rutin melakukan pendampingan agronomi, pengelolaan lahan demonstrasi, hingga pelatihan mengenai penggunaan herbisida secara aman dan efektif.
“BASF berkomitmen menghadirkan solusi pertanian yang sesuai dengan kondisi lokal. Kami menginvestasikan sebagian besar pendapatan untuk riset dan pengembangan, sehingga inovasi seperti Luxinum® bisa membantu petani meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan,” jelas Jerico Gascon, Local Business Management BASF Agricultural Solutions Indonesia.
Sementara Robert Upton, Business Management Southeast Asia BASF Agricultural Solutions mengungkapkan Luxinum merupakan salah satu produk yang dikembangkan dari riset BASF untuk menjawab kebutuhan petani. Dia menyatakan, BASF berkomitmen mengalokasikan anggaran sebesar 10 persen dari hasil penjualan produk untuk riset produk pertanian khususnya padi.
“BASF sangat berkomitmen pada pertanian, khususnya padi. Karena padi merupakan tanaman pangan terbesar di dunia,” kata dia.
Dengan kombinasi inovasi kimia, edukasi lapangan, dan respon positif dari petani, Luxinum diharapkan menjadi solusi baru bagi petani padi di Jawa Timur dan wilayah lain di Indonesia dalam menghadapi tantangan gulma resisten. [beq]






