Kediri (beritajatim.com) – Memasuki awal 2022, kawasan di lereng Gunung Wilis, tepatnya di Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri diterjang banjir bandang. Akibat bencana alam tersebut, satu rumah warga dilaporkan rusak dan akses jalan perkampungan terputus.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (2/1/2022) petang. Setelah diguyur hujan deras, sungai yang mengalir di desa setempat meluap. Bahkan, saking derasnya arus sungai, mengakibatkan satu rumah warga di Dusun Semoyo rusak pada bagian temboknya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-kediri”]
“Ada tiga titik terdampak banjir. Titik pertama, ada tembok rumah warga yang jebol. Untuk titik lainnya ada akses jalan yang tertutup material,” kata Kepala Desa Blimbing, Han Aswara melalui sambungan telepon.
Kades Blimbing mengaku telah meninjau rumah warga yang rusak akibat banjir. Dirinya tengah menunggu kedatangan Muspika Mojo untuk melihat dua titik terdampak lainnya. “Saat ini saya masih menunggu pak Camat dan Kapolsek Mojo untuk meninjau dampak banjir,’ imbuh Han.
Secara geografis, Desa Blimbing berada di Kawasan perbukitan dibawah Gunung Wilis. Daerah ini berada di zona rawan bencana alam. Sementara itu, sebagian permukiman warga Desa Blimbing ada di tepi sungai yang kini meluap. Debet air sungai mulai naik sekitar pukul 16.30 WIB. Sebelumnya, kawasan tersebut diguyur hujan deras.
“Untuk korban jiwa nihil. Kami berusaha mengevakuasi hewan ternak milik warga,” imbuh Han. Mayoritas masyarakat Desa Blimbing hidup sebagai petani dan peternak. Mereka memanfaatkan lahan di belakang rumah yang berada di bibir sungai untuk mendirikan kendang sapi maupun kambing.
Johan Marasponda, Kasi Kedaruratan Bencana BPBD Kabupaten Kediri mengatakan, pihaknya telah mengirimkan personelnya ke lokasi. “Betul info awal kejadian tadi sore. Teman-teman sekarang sudah ada di lokasi, di sana ada Pak Camat, Kades dan lain-lain,” katanya.
Hingga saat ini, debet air sungai Desa Blimbing yang meluap masih cukup tinggi. Bahkan, informasi masyarakat sekitar, ada sejumlah warga yang kini terisolir akibat akses jalan yang terputus. [nm/suf]






