Sumenep (beritajatim.com) – Ajib Abdul Malik (24), warga Kampung Mandar, Desa Sapeken, Kecamatan/ Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep dibekuk aparat Polsek Kangean karena kedapatan membawa narkotika jenis sabu.
“Tersangka ditangkap di jalan Area Pelabuhan Kangean, Dusun Batu Guluk Desa Bilis-Bilis Kecamatan Arjasa. Tersangka membawa sabu seberat 3,42 gram,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Selasa (31/01/2023).
Penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat, bahwa di area Pelabuhan Kangean sering dijadikan tempat transaksi sabu. Anggota Polsek Kangean pun melakukan penyelidikan, hingga terlihat ada seorang laki-laki memegang tas kain warna hijau muda yang gerak-geriknya mencurigakan.
Petugas kemudian mengamankan laki-laki yang bernama Ajib tersebut. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan 1 poket sabu seberat 3,42 gram yang dibungkus selembar tisu warna putih.

“Sabu itu dimasukkan ke dalam dos book HP kemudian dibungkus plastik kresek warna hitam putih dan dimasukkan ke dalam tas kain warna hijau muda,” terang Widiarti.
Ketika diinterograsi, tersangka Ajib mengakui bahwa sabu itu miliknya. Ia mendapatkan sabu itu dari orang yang tidak dikenal, setelah disuruh oleh temannya yang bernama GR, juga warga Kampung Mandar Desa Sapeken. Orang tak dikenal itu menurut pengakuan tersangka Ajib, ada di sekitar pelabuhan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”narkoba-sumenep”]
“Ciri-ciri laki-laki tak dikenal itu badannya tinggi, mengenakan jaket hitam, dan celana panjang warna hitam. Setelah dilakukan pencarian di area pelabuhan, ternyata laki-laki itu tidak ditemukan,” ujarnya.
Dari tangan tersangka Ajib, disita barang bukti berupa sabu seberat 3,42 gram, 1 lembar tisu warna putih, 1 buah dosbook HP Merk Oppo A16 warna putih, 1 plastik kresek warna hitam putih, 1 korek api gas warna ungu, 1 unit HP Merk Vivo warna biru muda, dan 1 tas kain warna hijau muda.
“Tersangka berikut barang bukti diamankan di Polres Sumenep. Tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” terangnya. [tem/but]






