Surabaya (beritajatim.com)– Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh, angkat bicara mengenai video viral keributan yang terjadi di depan SMA Kristen Gloria 2 Surabaya. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi siswa, baik di tingkat SD maupun SMP.
Yusuf menyatakan bahwa keributan antar siswa dapat diatasi melalui upaya saling mengisi dan inisiasi yang baik antar anak. Menurutnya, sinergi ini diperlukan untuk memastikan kepentingan terbaik bagi anak-anak dalam proses pendidikan.
“Temen sekolah harapan kami sinergi, khususnya SD, SMP soalnya kita berjalan untuk kepentingan anak,” ujar Yusuf usai hearing dengan Komisi D DPRD Surabaya, Kamis (24/10/2024).
Menanggapi langkah lanjutan, Yusuf menyebut bahwa Dinas Pendidikan Surabaya akan lebih fokus menyinkronkan program sekolah dengan para orang tua. Upaya ini bertujuan agar orang tua dapat terlibat lebih aktif dalam mengawasi dan memahami program-program yang diterapkan di sekolah, terutama pada momen-momen krusial seperti saat istirahat dan pulang sekolah.
“Langkah selanjutnya, kalau di tataran Dispendik Kota Surabaya, satu kita tadi menyingkronkan program-program sekolah khususnya untuk orang tua sama program sekolah,” tambahnya.
Selain itu, Yusuf menegaskan pentingnya memperkuat Tim Pendamping Kekerasan Anak (TPPK), yang akan lebih aktif dalam mendampingi dan melindungi anak-anak di sekolah. Ia berharap dengan adanya tim ini, potensi konflik dan kekerasan di lingkungan sekolah dapat diminimalisasi.
“Dan meningkatkan tim anak-anak. TPPK, tim pendamping kekerasan anak. Akan kita tingkatkan, harapannya anak-anak ini saling bisa sinergi,” tuturnya.
Dinas Pendidikan Surabaya berkomitmen untuk terus memantau situasi di sekolah-sekolah dan mengoptimalkan kerja sama dengan semua pihak terkait demi menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi siswa.[asg/kun]






