Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto menjajaki peluang ekspor produk Industri Kecil Menengah (IKM) ke Republik Federal Nigeria. Kota Mojokerto memiliki produk snack, alas kaki, batik dan handcraf yang sangat memungkinkan untuk bisa di eskpor ke Republik Federal Nigeria.
Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya, menilai Nigeria sebagai pangsa pasar yang cukup besar. Juga memiliki potensi besar untuk menjadi tujuan ekspor produk Kota Mojokerto.
“Nigeria itu, di sana tidak ada penghasil makanan, batik, alas kaki sehingga pangsa pasar mereka luar biasa. Sangat besar, contoh mie instan dalam satu tahun kirim ke sana (Nigeria) 20 kontainer. Bisa dihitung berapa? Podo koyok kirim mie gawe sak negoro (sama saja kayak kirim mie untuk satu negara),” ungkapnya, Kamis (9/11/2023).
Hal itu dinilai sebagai pangsa pasar yang cukup besar dan memiliki potensi besar untuk produk Kota Mojokerto bisa dikirim ke Republik Federal Nigeria. Pasalnya, Kota Mojokerto memiliki produk snack, alas kaki, batik dan handycraf yang sangat memungkinkan untuk bisa diekspor ke Nigeria.
BACA JUGA:
Diskopukmperindag Kota Mojokerto Antisipasi Harga Cabai Naik
“Belum (produk Kota Mojokerto ekspor ke Nigeria). Jadi ada utusan dari Nigeria, kemarin sore (Selasa sore) mendatangi saya. Pak Dubes RI untuk Nigeria ada road show dari Malang, Sidoarjo dan ke sini (Mojokerto). Mungkin mendengar, terima kasih teman-teman media membantu memblow-up UMKM kita,” katanya.
Sehingga saat Audiensi IKM Kota Mojokerto dengan Duta Besar RI untuk Nigeria di Pendopo Sabha Mandala Madya, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, Rabu (8/11/2023) kemarin, sebagian produk IKM Kota Mojokerto ditampilkan. Ini dinilai sebagai sarana agar produk IKM Kota Mojokerto lebih dikenal di mancanegara.
“Karena Pak Dubes bawa buyer. Mereka memotret potensi mana yang bisa diekspor, nanti dibawa ke sana (Nigeria). Dari sana nanti akan ditawarkan dan butuh ekspor berapa. Khusus untuk Nigeria, standarnya tidak seketat ketika kita masuk ke pasarnya Eropa. Amerika Latin dan Benua Afrika gampang,” ujarnya.
Ani menyebut, standar mutu produk, sertifikat harus lengkap jika ekspor ke pasar Eropa. Namun untuk ekspor ke Republik Federal Nigeria dinilai cukup mudah namun harus tahu kebutuhan pangsa pasar mereka. Produk IKM Kota Mojokerto apa yang cocok untuk diekspor ke negara di Afrika Barat tersebut.
BACA JUGA:
Batik Kota Mojokerto Berpeluang Tembus Pasar Afrika
“Iya potensinya sangat besar (Nigeria). Tinggal mana yang cocok (produk). Jadi mereka ke sini untuk menjajaki potensi IKM Kota Mojokerto mana yang cocok untuk bisa di eskpor ke sana,” tegasnya.
Sebelumnya, produk Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Mojokerto berpeluang untuk ekspor ke Republik Federal Nigeria, Afrika Barat. Namun kerajinan batik lebih berpeluang lantaran Republik Federal Nigeria belum memiliki kemampuan untuk membuat bahan tekstil yang bagus.
Hal tersebut disampaikan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Duta Besar LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Federal Nigeria, Usra Hendra Harahap usai Audiensi IKM Kota Mojokerto dengan Duta Besar RI untuk Nigeria di Pendopo Sabha Mandala Madya, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, Rabu (8/11/2023). [tin/beq]







