Mojokerto (beritajatim.com) – Produk Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Mojokerto berpeluang untuk ekspor ke Republik Federal Nigeria, Afrika Barat. Namun kerajinan batik lebih berpeluang lantaran Republik Federal Nigeria belum memiliki kemampuan untuk membuat bahan tekstil yang bagus.
Hal tersebut disampaikan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Duta Besar LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Federal Nigeria, Usra Hendra Harahap usai Audiensi IKM Kota Mojokerto dengan Duta Besar RI untuk Nigeria di Pendopo Sabha Mandala Madya, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto.
“Sebenarnya semua berpeluang ya. Tapi sementara ini memang di sana kan, tekstil ya. Karena mereka belum memiliki kemampuan untuk membuat bahan tekstil yang bagus. Sehingga kemarin, saat trek expo mereka menginginkan batik tapi versi mereka (Republik Federal Nigeria),” ungkapnya, Rabu (8/11/2023).
Purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Udara ini menjelaskan, kain buat indonesia, perajin dari Indonesia, namun motif yang dibuat adalah etnik Afrika. Hal tersebut disampaikan kepada para pengrajin batik Kota Mojokerto yang mengikuti Audiensi IKM Kota Mojokerto dengan Duta Besar RI untuk Nigeria.
“Saya sudah sampaikan kepada ibu-ibu (pengrajin batik Kota Mojokerto), kalau ada pesanan seperti itu, mampu nggak seperti itu? Katanya mampu. Mereka masih printing makanya mereka ingin membuat yang tidak printing seperti batik (batik tulis) di Indonesia. Mekanisme yang saya bangun selama ini, jika mereka sudah punya partner biasanya langsung antara mereka,” jelasnya.
Namun Duta Besar LBBP Republik Indonesia akan menjadi jembatan antara kedua belah pihak sehingga ada titik temu. Menurutnya untuk mengantisipasi persaingan dari negara lain harus ada kepercayaan, kualitas dan harga. Karena jika harga bagus tapi pasar terlalu tinggi dengan harga pokok dinilai produk tersebut tidak akan laku.
“Lebih bagus kita mengambil keuntungan tidak terlalu banyak tapi rutin. Terus menerus, kalau tidak sekali putus, selesai. Banyak peluang (produk Indonesia diekspor ke Negeria) tapi Indonesia kurang agresif. Saya dapat tambahan dana untuk ekspo di kota-kota bisnis di sana, saya akan undang pengusaha yang ada di sana dan di sini,” ujarnya.
Usra menjelaskan jika tujuannya datang ke Kota Mojokerto lantaran Indonesia ingin kerjasama dengan Republik Federal Nigeria di bidang ekonomi. Sehingga pihaknya perlu mengenalkan produk-produk Indonesia Republik Federal Nigeria mulai dari level tertinggi hingga produk IKM.
“Semua ini sangat diminati orang Afrika karena orang Afrika merasa bahwa punya hubungan emosial dengan Indonesia. Tahun 1955, ada Konferensi Asia Afrika senasib sehingga perlu melengkapi dalam membangun bangsanya masing-masing,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo mengatakan, di Kota Mojokerto ada sekitar 566 UKM yang bergerak di bidang produksi. Mulai dari alat kaki, batik, craf serta makanan dan minuman (mamin). Pandemi Covid-19, pada awal tahun 2020 Kota Mojokerto mengalami goncangan ekonomi.
“Sehingga angka pertumbuhan ekomoni di Kota Mojokerto turun hingga -3,5 persen. Namun dengan seluruh semangat dan kebersamaan dari masyarakat Kota Mojokerto, termasuk pelaku IKM, maka pertumbuhan ekonomi di Kota Mojokerto mulai membaik. Saat ini sudah normal, sudah mencapai 5,6 persen lebih tinggi sedikit dari kondisi sebelum terjadi Covid-19,” urainya.
Pemkot Mojokerto menggelar berbagai macam upaya untuk menumbuhkan perekonomian di Kota Mojokerto yang berhubungan langsung dengan IKM di Kota Mojokerto. Salah satunya dengan melakukan 3P yakni pelatihan, pendampingan dan pemberian bantuan modal uang yang dikemas dalam bentuk inkubasi wirausaha.
“Ketika para pelaku usaha sudah mampu untuk berdiri, yang terakhir kami fasilitasi untuk membentuk koperasi. Ini yang kami lakukan semenjak Covid-19 hingga saat ini dan alhamdulilah berbagai produk UMKM, IKM di Kota Mojokerto, keberadaan sudah mulai normal dan membaik namun semua itu masih sangat perlu untuk dilakukan upaya atau treatment agar lebih meningkat,” paparnya.
Target Pemkot Mojokerto saat ini, lanjut mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) ini, memfasilitasi dan mendorong semua produk IKM Kota Mojokerto masuk pasar internasional. Produk yang bisa ekspor ke Timur Tengah, Eropa dan Asia adalah alas kaki karena menjadi produk andalan dan unggulan Kota Mojokerto.
“Masih ada produk lain yang bagus, yang nanti tanggal 14 November 2023 akan kita ekspor ke Hongkong, Chicago dan Thailand. Yakni makanan ringan. Dengan kehadiran Dubes RI untuk Nigeria bisa menjadi penyemangat dan motivasi IKM, harapannya bisa menembus pasar ekspor. Dibutuhkan saran, arahan dan petunjuk agar IMK Kota Mojokerto bisa menembus pasar ekspor,” pungkasnya. [tin/adv]







