Surabaya (beritajatim.com) – Belum lepas dari ingatan kita adanya seorang ASN Pemkab Gresik yang ditangkap kepolisian, karena melempar kaca bus Trans Jatim hingga pecah.
Kali ini, sosial media ramai pengendara mobil protes dengan cara mengemudi sopir Trans Jatim yang disebut ugal-ugalan. Saking geramnya, dia mencurahkan emosinya di Instagram hingga viral.
Kabid Angkutan Darat Dishub Provinsi Jatim, Ainur Rofiq menegaskan pihaknya telah menegur operator tersebut, agar memberi sanksi ke sopir yang ugal-ugalan.
“Jadi, kami jelaskan bahwa masing-masing koridor Bus Trans Jatim yang saat ini jumlahnya ada delapan itu di bawah kendali operator. Perekrutan sopir Bus Trans Jatim dilakukan oleh operator, namun kami tidak lepas kendali begitu saja. Kami terus monitor dan evaluasi termasuk adanya keluhan masyarakat soal sopir bus ugal-ugalan,” kata Rofiq, Rabu (21/1/2026).
“Kami sudah menegur operator agar memberi sanksi tegas ke sopir yang ugal-ugalan atau bahkan melakukan pelanggaran berat agar dipecat,” tambahnya.
Rofiq menyatakan pihaknya mewanti-wanti operator agar menertibkan sopir bus Trans Jatim yang tertangkap kamera CCTV ugal-ugalan.
“Jadi kami sudah lakukan peneguran ke operator di setiap koridor. Dan, pihak operator sudah beberapa kali memberi sanksi bahkan ada yang sudah dipecat karena sopir melakukan pelanggaran berat,” jelasnya.
Rofiq juga mengimbau para sopir bus mengutamakan keselataman penumpang dan pengguna jalan lain.
“Kami ingatkan semua operator di semua koridor untuk membina para driver untuk selalu tertib di jalan dan tidak ugal-ugalan. Pastikan menerima sopir sudah memiliki pengalaman dan mendapat pelatihan yang mumpuni,” jelasnya.
“Saya juga pesan sopir mengedepankan keselamatan penumpang dan pengguna jalan yang lain. Kami beri imbauan arahan ke semua operator Bus Trans Jatim untuk selalu menaati lalu lintas dan menghormati pengendara lain. Apabila ada pengemudi yang melakukan pelanggaran langsung saya mitna diskorsing dan pelanggaran berat akan dikeluarkan atau dipecat. Ingat Bus Trans Jatim layanan transportasi umum yang nyaman dan aman untuk masyarakat, bukan kejar setoran,” pungkasnya. [tok/aje]






