Jember (beritajatim.com) – Sutikno tersenyum lebar saat melihat anaknya, Richard Arbed Anderson, mencetak gol dalam pertandingan Persid Jember melawan PSIL Lumajang, di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (22/11/2021) sore.
Ini pertandingan terakhir Grup J kompetisi Liga 3 Zona Jatim. Richard mencetak gol ketiga Persid pada menit 82. “Dia membuka rekening gol. Saya kasihan kepada anak itu, karena di-bully (dirundung) oleh suporter sendiri di media sosial, setelah Persid kalah 0-1 dari Banyuwangi Putra,” kata Sutikno yang juga Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember ini.
Dalam pertandingan melawan Banyuwangi Putra, Richard yang memegang ban kapten mati kutu berhadapan dengan pemain lini tengah lawan. Ia tidak banyak memberikan andil sebagaimana dilakukannya pada saat pertandingan melawan Persipro 1954 Probolinggo. Sebagian suporter menganggap Richard tak pantas memegang ban kapten.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persid-jember”]
Pertandingan melawan PSIL adalah ajang pembuktian Richard. Tak hanya mencetak gol, ia juga memberikan assist untuk terciptanya gol pertama Persid melalui tandukan Muhammad Yudha Firdanna pada menit 20. Richard nyaris saja menggandakan golnya jika saja bola yang ditendangnya dari luar kotak penalti pada menit 30 tidak membentur tiang gawang PSIL.
“Tanggapan suporter itu saya jadikan acuan agar bisa lebih baik ke depannya. Kalau kita terlalu larut terbawa perasaan dengan omongan suporter, hancur karirnya. Harus cepat bangkit,” kata Richard.\
Richard mengatakan, soliditas tim Persid semakin kuat. “Kami kompak, satu tekad, ingin membawa Persid lolos ke Liga 2,” katanya. [wir/ted]






