Malang (beritajatim.com) – Penodongan oleh kawanan rampok terhadap Bambang Rukminto tentu membuat kaget warga Malang dan sekitarnya.
Selalma ini Bambang memang dikenal vokal mengkritisi kebijakan dan skandal di tubuh kepolisian. Mulai dari peristiwa Duren Tiga yang menewaskan Brigadir Joshua, skandal narkoba Irjen Teddy Minahasa, dan Tragedi Kanjuruhan di Malang yang menyebabkan meninggalnya suporter Aremania.
Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) saat itu sangat getol menyoroti Polda Jatim dalam penanganan tragedi Kanjuruhan.
Kali terakhir, Bambang turut menyoroti kenaikan pangkat mantan Direktur Reskrimsus Polda Kalimantan Selatan, Brigjen Pol Rizal Irawan yang sempat tersangkut kasus pemerasan ‘Richard Mille’.
“Saya tidak mau berpikir lebih jauh, saya positif thinking saja, ini murni kejahatan jalanan,” ujarnya kepada awak media, Jumat (23/6/2023).
Baca Juga: Pengamat Kepolisian Duel Usai Ditodong Pistol di Kota Malang
Bambang meminta polisi terus berpatroli di kawasan tersebut secara intensif. Agar kejadian nahas yang menimpanya tak berulang kembali.
Diberitakan sebelumnya Bambang Rukminto dihampiri 4 orang tak dikenal dan salah seorang menodongkan pistol. Kronologisnya sekira pukul 14.45 pada Jumat, 23 Juni 2023 dia baru saja dari toko ritel modern di Jalan Danau Kerinci, Kedungkandang. Lokasi toko ritel modern hanya 200 meter dari rumah Bambang di Jalan Danau Yamur.
“Saya pulang menuju rumah saat saya belok ke kanan habis menyebrang, tiba-tiba dipepet oleh 4 orang dengan 2 kendaraan. 2 orang di atas motor dan 2 orang turun memaksa meminta handphone saya,” ujar Bambang, Jumat, (23/6/2023). (ted)






