Lumajang (beritajatim.com) – Badan Sar Nasional (Basarnas) akan melanjutkan pencarian terhadap korban hilang akibat erupsi Gunung Semeru pada besok Selasa (7/12/2021) pagi.
Dari data yang diperoleh menyebutkan, pencarian dihentikan dikarenakan di area bencana sedang turun hujan dan waktu yang sudah malam, dan tidak dimungkinkan untuk melanjutkan proses pencarian.
“Mudah mudahan besok cuaca cukup baik bersahabat sehingga kita akan lebih mudah menjangkau daerah daerah yang perlu kita sisir,” kata Direktur operasi pencarian dan pertolongan Basarnas Brigjen TNI Wurjanto, Senin (6/12/2021) petang.
Ia melanjutkan, pihaknya akan terus fokus kepada pencarian korban erupsi Gunung Semeru yang sampai saat ini masih belum ditemukan.
“Terutama nanti kita fokuskan kepada pencarian kepada korban-korban yang dimungkinkan masih belum ketemu,” lanjutnya.
Diketahui, sampai Senin (6/12/2021) petang, Tim DVI Polda Jatim menerima laporan 28 orang hilang akibat erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang.
Sementara berdasarkan data Antemortem Tim DVI Polda Jatim, untuk hari Senin ini saja ada 10 laporan orang hilang.
Rata-rata orang yang dilaporkan hilang pasca erupsi Gunung Semeru itu berasal dari Dusun Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.
Sementara dari data yang berhasil dihimpun menyebutkan, tim berhasil mengevakuasi 11 orang jenazah yang tertimbun abu vukanik Gunung Semeru, namun dua orang diantara masih belum terindentivikasi. (tr/ted)






