Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, Dinsos Jatim menyelenggarakan kegiatan Pondok Ramadan Sobat Dili (Disabilitas Tuli) sebagai sarana memperdalam ilmu agama bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara.
Kegiatan yang berpusat di lingkungan Kantor Dinsos Jatim ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan spiritual teman-teman tuli. Berbeda dengan pesantren kilat pada umumnya, seluruh rangkaian acara dipandu oleh instruktur dan pendamping yang menguasai bahasa isyarat, memastikan pesan keagamaan tersampaikan dengan jelas tanpa hambatan komunikasi.
Rangkaian kegiatan utama seperti tausiah keagamaan: penyampaian materi fiqih dan akhlak menggunakan bahasa isyarat yang mudah dipahami. Tadarus Al-Qur’an isyarat dengan membaca dan memahami ayat suci Al-Qur’an melalui metode isyarat visual. Kemudian praktik ibadah dengan pendalaman tata cara salat dan wudu yang benar.
Dilanjutkan juga dengan buka puasa bersama yang merupakan momen silaturahmi antar sesama penyandang disabilitas dan petugas sosial. Dan doa khatam Al-Qur’an yang merupakan puncak kegiatan spiritual untuk memotivasi peserta agar terus berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Kepala Dinas Sosial Jatim, Restu Novi Widiani, dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa keterbatasan fisik bukan merupakan penghalang untuk meraih keberkahan di bulan suci. “Tiap tahun diadakan selama dua hari. Dapat supporting banyak. Dan memastikan kegiatan ini terjamin,” katanya.
Perwakilan IKA Unair yang juga Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) periode 2025-2030, Dr. Abdullah Machin (Gus Machin), menyampaikan pihaknya juga bekerja sama dengan Persatuan Dokter THT yang ada di Unair dan RSUD dr Soetomo untuk memberikan pengobatan. “Mungkin masih ada sisa-sisa pendengaran sehingga bisa dibantu dengan alat pendengaran,” ujarnya.
Sementara dari Manajer YDSF, Muhammad Nasrulloh, mengatakan kegiatan kolaborasi pondok Ramadan ini sangat baik, apalagi kegiatan ini merupakan momen gebyar kegiatan sosial di bidang kemanusiaan.
Ketua Rumah Qur’an Sahabat Tuli (RQST), Maskurun, merasa antusias dengan penyelenggaraan Pondok Ramadan kali ini, karena banyak supporting di dalamnya seperti pengobatan dan pemberian paket bingkisan. “Ini berkah Ramadan,” katanya.
Ia berharap kegiatan yang didukung Dinsos Jatim, YDSF, dan IKA Unair terus berlanjut dari tahun ke tahun, bahkan bisa berkembang di kabupaten/kota. “Banyak sahabat tuli di 22 cabang dan ada dukungan lainnya di kabupaten/kota. Kalau hanya di Dinsos Jatim, banyak yang belum merasakannya, dan kasihan yang lokasinya jauh,” pungkasnya. (tok/kun)






