Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Dinkes Jatim) meluncurkan Inisiatif, Kolaborasi, Inovasi Pesantren Sehat (IKI PESAT Jatim) untuk menggalakkan aksi bergizi di sekolah dan pesantren.
“Ini upaya pengembangan menuju pesantren sehat di Jawa Timur melalui strategi advokasi, kemitraan dan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat pondok pesantren,” ujar Kadinkes Jatim dr Erwin Astha Triyono, Rabu (17/5/2023)
Erwin menjelaskan, kegiatan IKI PESAT Jatim juga berupa promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, yakni pembinaan Kader Santri Husada. Kemudian melaksanakan Survei Mawas Diri, Musyawarah Masyarakat Pondok Pesantren dan Pendampingan Poskestren melalui program SAJADAH (Santri Jatim Sehat dan Berkah).
“Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan kabupaten/kota pada tahun 2022, terdapat 4046 pondok pesantren di Jawa Timur, dimana 1500 di antaranya atau sebanyak 37,2% telah memiliki pos kesehatan pesantren (poskestren),” jelasnya.
Harapannya, lanjut Erwin, bagi pesantren yang belum memiliki poskestren untuk segera membuat poskestren. Namun, jika belum memungkinkan harus berkoordinasi dengan puskesmas terdekat, agar dapat mendapatkan akses layanan yang terbaik.
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/atasi-hipertensi-dinkes-jatim-luncurkan-aplikasi-e-desi/
Untuk diketahui, IKI PESAT Jatim diinisasi berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 202 tahun 2023 tentang Tim Pembina Pesantren Sehat.
Diluncurkannya IKI PESAT Jatim juga dalam rangka mendukung program Nawa Bhakti Satya, Jatim Sehat serta meneruskan amanah Gubernur Khofifah untuk menggalakkan Aksi Bergizi di sekolah dan pondok pesantren pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023. [ipl/but]






