Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Dinkes Jatim) menggelar Sub PIN Polio putaran kedua secara serentak di seluruh wilayah Jatim. Anak usia 0-7 tahun menjadi sasaran imunisasi tersebut.
Kadinkes Jatim Erwin Astha Triyono mengatakan, pada Sub PIN Polio putaran kedua ini diberikan imunisasi novel Oral Polio Vaccine type 2 (nOPV2) kepada anak usia 0-7 tahun tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.
“Bagi masyarakat yang memiliki anak usia 0-7 tahun, segera bawa anaknya ke posyandu, puskesmas, dan pos imunisasi terdekat lainnya untuk mendapatkan imunisasi tetes polio,” ujar Erwin, Rabu (21/2/2024).
Sub PIN Polio putaran kedua dimulai pada 19-25 Februari 2024. Adapun capaiannya per 19 Februari sebanyak 1.228.912 anak atau sebesar 27,69 persen dari dari jumlah sasaran anak usia 0-7 tahun sebanyak 4.437.679 anak.
Erwin melanjutkan bahwa masa inkubasi virus polio sekitar 3-6 hari dan kelumpuhan terjadi dalam waktu 7-21 hari. Gejalanya berupa demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan di leher dan nyeri di tungkai.
“Jika menemui gejala tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” tutur profesor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tersebut.
Polio adalah penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. Selain imunisasi, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga menjadi kunci pencegahan penularan polio, karena penularannya lewat face oral. [ipl/kun]






