Banyuwangi (beritajatim.com) – Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi punya cara khusus untuk menggenjot peternakan sapi. Salah satunya menggeber program SMS PISAN (Sapi Manak Setahun Sepisan).
Program ini tidak lain bermaksud agar sapi indukan beranak minimal satu kali dalam setahun. Otomatis cara ini dapat meningkatkan kesejahteraan peternak.
“Keberhasilan pemeliharaan sapi betina sangat dipengaruhi oleh proses reproduksi yang baik. Kesehatan reproduksi sangat penting untuk memastikan sapi indukan dapat beranak secara rutin,” jelas Kadis Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setiawan melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner, drh. Nanang Sugiharto.
Program SMS PISAN, kata Nanang, mencakup serangkaian langkah untuk memastikan kesehatan dan produktivitas sapi indukan. Langkah itu meliputi pemeriksaan kebuntingan (PKB), pemberian hormon, vitamin, mineral, dan obat-obatan untuk mendukung reproduksi yang optimal.
“Kelahiran yang lancar dan terjadwal setiap tahun akan sangat menguntungkan bagi peternak. Dengan kelahiran yang rutin, peternak bisa lebih mudah meningkatkan jumlah ternaknya dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar,” terangnya.
Di lapangan, kendala utama yang sering dihadapi peternak adalah kurangnya asupan nutrisi yang memadai. Nutrisi yang tidak mencukupi dapat menghambat pertumbuhan dan kesehatan sapi indukan, serta mengganggu proses reproduksi.
Melalui program SMS PISAN, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi memberikan penyuluhan dan stimulan nutrisi.
“Kami memberikan vitamin, mineral, serta hormon untuk membantu proses kebuntingan dan menjaga kesehatan induk sapi,” tutup Nanang. [rin/aje]






