Surabaya (beritajatim.com) – Paul Munster, pelatih Persebaya Surabaya, mengaku kecewa dengan permainan para punggawanya setelah ditumbangkan Bali United, 2-0 di Stadion I Wayan Dipta, Sabtu Malam (28/12/2024).
Menurut Munster esekusi yang dilakukan para punggawanya jauh dari ekspetasi Ketika arahan. Dua peluang emas didapatkan pada babak pertama. Lalu, kecolongan gol pertama oleh Privat Mbarga (63’) yang berawal dari kehilangan bola Malik Risaldi di lini tengah.
Tiga menit berselang, giliran Bruno Moreira yang kehilangan bola dan Bali United melakukan transisi berujung gol kedua melalui Irfan Jaya.
“Tentu saya kecewa dengan pemain kami karena performanya tidak bagus. Kami memiliki dua kesempatan yang seharusnya berbuah gol,” ucap Munster.
Seharunya, menurut Munster, para pemain mengerti di pertandingan besar seperti ini mereka lebih paham apa yang akan mereka lakukan. Yakni, ketika mendapatkan serangan atau pressing dari lawan supaya memiliki kesempatan buat menang.
“Seperti yang saya katakan, di pertandingan besar, pemain harus step up. Kita memiliki kesempatan untuk menang, namun pemain tidak melakukannya,” imbuh Munster.
Kekalahan kedua pada putaran pertama ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk para pemain dipersiapan putaran kedua. Pelatih asal Irlandi Utara ini sudah mengantongi apa saja yang dilakukan sebelum laga melawan PSS Sleman Januari mendatang.
“Tapi, kami memiliki putaran pertama yang bagus. Mengantongi 37 poin harus kita syukuri. Musim ini belum selesai. Saya selalu memberitahu semua, perjalanan masih panjang, dan kita harus lebih baik lagi,” katanya.
Dengan kekalahan di laga terakhir, Persebaya mengumpulkan poin sebanyak 37 dari 17 pertandingan. Untuk sementara, tim Bajul Ijo masih bertengger di puncak klasemen. [way/suf]






