Gresik (beritajatim.com) – Gresik United resmi turun kasta ke Liga Nusantara musim depan. Ini setelah tim asal Gresik itu berharap sama tuan rumah Persewar Waropen. Tapi malah kalah telak 2-6 atas Persibo Bojonegoro di laga terakhir. Dengan hasil itu, otomatis Gresik United menempati urutan 4 dengan meraup 12 poin grup J babak play off. Sementara Persibo berada di peringkat ketiga dengan 13 poin.
Persibo masih menjalani laga play off lagi dengan peringkat tiga grup K untuk menentukan satu tim turun kasta, atau terdegradasi.
Bagi Gresik United hasil ini sangat tidak mengenakan bagi pecinta bola di Gresik. Tim yang berjuluk laskar ‘Joko Samudro’ itu hanya tiga musim bertahan di liga 2. Sebelum menjalani kompetisi, Gresik United dilaunching secara meriah di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos).
Tak tanggung-tanggung manajemen mengundang grup band terkenal Padi di hadapan ribuan suporter. Satu persatu pemain diperkenalkan. Suporter dan pecinta bola berharap tim kesayangannya bisa lolos ke liga 1 musim depan. Tapi kenyataan berkata lain, bukan naik kasta tapi malah terdegrasi ke Liga Nusantara musim depan.
Pelatih Gresik United Djajang Nurjaman mengatakan, dirinya meminta maaf sama CEO serta manajemen karena belum bisa mengangkat prestasi tim yang ditanganinya. “Secara pribadi saya meminta maaf belum bisa memberikan yang terbaik bagi Gresik United,” katanya kepada beritajatim.com, Selasa (15/2/2025).
Mantan pelatih Persib Bandung dan Persebaya itu menuturkan, secara poin timnya tidak terlalu jelek. Sayangnya saat menjamu Persiku Kudus dan Persekat Tegal di kandang hanya mendapatkan satu poin. “Dua laga itu semestinya kita wajib menang. Tapi kenyataan di lapangan malah kalah dan bermain seri,” tuturnya.
Setelah ini lanjut dia, dirinya segera membuat report pemain selama ditangani. Termasuk menghadap CEO atau manajemen Gresik United untuk mengakhiri tugas sebagai pelatih. “Sekali lagi mohon maaf selama saya menangani Gresik United 4 bulan,” pungkas Djanur sapaan akrab Djajang Nurjaman. [dny/kun]






