Sampang (beritajatim.com) – Diguyur hujan deras dan cuaca mendung selama dua hari, produksi garam rakyat yang ada di Kelurahan Polagan, Desa Aeng Sareh, Gulbung, Apaan dan Pengarengan tersendat.
“Kemarin hujan deras, sehingga produksi garam kami terhenti,” ujar Mashudi, pemilik lahan garam di Desa Aeng Sareh, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Selasa (24/9/2024).
Ia menambahkan, cuaca mendung sehari ini membuat petani garam juga khawatir musim kemarau segera berakhir. Sebab, wilayah bagian tengah Kabupaten Sampang, mulai rutin diguyur hujan. “Kalau intensitas hujan mulai sering tentunya akan menghentikan produksi garam, apalagi seharian ini cuaca berawan,” imbuhnya.
Terpisah, kuli angkut garam juga mulai resah karena harus berhenti bekerja, sebab sebentar lagi tidak ada garam yang diangkut dari lahan produksi garam ke daratan. “Kalau tidak ada produksi garam, maka kita menganggur lagi dan mencari alternatif pekerjaan lainya,” kata Jasuli kuli angkut garam.
Jasuli dan puluhan kuli angkut garam rakyat mengaku pasrah jika cuaca telah memasuki musim penghujan. “Tidak hanya kuli angkut, pemilik lahan juga tidak bisa berproduksi jika musim penghujan,” tandasnya.[sar/kun]






