Lamongan (beritajatim.com) – Komunitas Ginyo Lamongan menggelar kegiatan workshop, bedah buku dan pentas teater pada acara Dies Natalis XIII, di Gedung Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan.
Kegiatan ini melibatkan para pelajar dan mahasiswa kampus di Lamongan. Menurut Ketua Komunitas Ginyo, Luqman Hakim, kegiatan ini digelar untuk mendorong niat dan semangat pelajar dan mahasiswa agar lebih percaya diri dan termotivasi, serta memberikan inspirasi bagi orang lain.
“Di usia komunitas Ginyo Lamongan yang ke-13 ini merupakan pencapaian yang luar biasa di tengah dinamika dan perubahan masa saat ini. Oleh sebab itu, kami ingin terus menebar manfaat dan inspirasi bagi semuanya,” kata Luqman, Minggu (21/1/2024).
Luqman menjelaskan, Dies Natalis ini sebenarnya telah mulai dilaksanakan pada Selasa 16 Januari 2024 lalu. Dia menyebut, Komunitas Ginyo Lamongan mampu bertahan hingga kini karena tak lepas dari kehadiran orang-orang istimewa yang memiliki inovasi, kemampuan pemecahan masalah dan kerja keras.
“Berkat orang-orang hebat tersebut, kami mampu mengatasi tiap tantangan yang muncul. Semoga Ginyo bisa terus meningkatkan kualitas dan mampu berkarya sesuai dengan tuntutan zaman,” paparnya.
Lebih lanjut, tutur Luqman, ada 3 kegiatan yang digelar pada Dies Natalis kali ini. Acara diawali dengan kegiatan Latihan dan Workshop Teater Pelajar Lamongan. Kegiatan ini diikuti oleh 8 komunitas teater dari beberapa lembaga pendidikan di Lamongan.
Adapun 8 komunitas itu yakni Teater Mentari Masda, Eksis SMA Mazroatul Ulum, Teater Cagak Limo SMK Toriqotul Ulum, Teater Nawalintang SMK NU 2 Kedungpring, Teater Biru SMAM Karanggeneng, Teater Zabarjad Mawar, Teater Dua SMK 2 Lamongan, dan Teater Timur Tengah SMK NU Sukodadi.
Kemudian acara dilanjutkan dengan kegiatan bedah buku “Ornamen Kesunyian” karya Bambang Budiono dari Tuban, dengan pembedah Jenar Khuzain, Penulis dan Aktivis Lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya, dan dimoderatori oleh Luqman Klowor.
Setelah itu, di puncak acaranya digelar pementasan teater dari 3 komunitas. Para hadirin yang memadati lokasi pun dibuat memukau dengan pentas yang disuguhkan. Para aktor juga tampak menghayati alur cerita yang dibawakannya.
Ketiga pementasan itu disuguhkan oleh Teater Nawa Lintang, dengan judul “MAK” karya Bogel dan sutradara Icha. Lalu pementasan Teater Roda Unisda Lamongan, yang berjudul “Danurekso Sang Duto”, karya/sutradar Rodli TL, serta pementasan teater berjudul “Ornamen Kesunyian” karya/sutradara Bambang Budiono.
Sebelum acara selesai, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Cak Narto Widodo selaku penasehat Komunitas Ginyo Lamongan, bersama Sariono dan Maspor dari Disparbud Lamongan. Turut hadir pula seniman sepuh Cak Jumali dari Malang dan Gus Sastro.
“Perayaan ini tidak semata untuk memperingati ulang tahun Komunitas Ginyo, tapi juga untuk memberikan penghargaan kepada seluruh pengurus, anggota dan pelaku seni dan budaya di Lamongan. Semoga kita bisa terus melangkah bersama dengan lebih baik di masa mendatang,” pungkasnya.[riq/aje]






