Probolinggo (beritajatim.com) – Nama selebgram asal Probolinggo, Luluk Sofiatul Jannah alias Luluk Nuril, kembali jadi sorotan. Bukan karena kontennya di media sosial, melainkan lantaran dilaporkan atas dugaan penipuan berkedok investasi dan arisan oleh sepasang suami istri, Hasan Basri dan Nurul Qomariah.
Pasangan asal Desa Wangkal, Kecamatan Gading itu mengklaim mengalami kerugian hingga mendekati angka satu miliar rupiah. Mereka pun mengambil langkah hukum setelah upaya penyelesaian secara kekeluargaan tidak membuahkan hasil.
Hasan dan Nurul mendatangi Mapolres Probolinggo didampingi kuasa hukumnya, Dimas Tri Tunggal Wardhana Suaidy. Dalam keterangannya, Dimas menyebut laporan ini merupakan buntut dari janji manis investasi yang tak kunjung terealisasi.
“Skema yang ditawarkan menjanjikan keuntungan hingga 10 persen per bulan. Tapi sejak awal tahun, tidak ada pengembalian dana. Klien kami sudah coba somasi, tapi tidak pernah ditanggapi,” jelas Dimas.
Hasan Basri diketahui mengalami kerugian lebih dari Rp500 juta, sementara sang istri kehilangan sekitar Rp400 juta. Keduanya tergiur karena melihat gaya hidup glamor dan kepercayaan publik terhadap Luluk yang dikenal luas sebagai selebgram.
Tak hanya Luluk, suaminya pun diduga ikut menikmati dana yang dihimpun dari para korban. “Mereka hidup nyaman dari uang korban. Ini bukan semata peran individu, ada keterlibatan pasangan,” tegas Dimas.
Ia juga mengungkapkan bahwa Hasan dan Nurul bukan satu-satunya korban. Beberapa orang lainnya mulai menunjukkan keberanian untuk bersuara, meski belum semua siap melapor secara resmi.
“Beberapa korban lain sudah menghubungi kami. Mereka masih dalam proses mempertimbangkan langkah hukum,” tambahnya.
Menanggapi laporan tersebut, Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Putra Adi Fajar Winarsa, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan dan tengah melakukan pendalaman.
“Benar, tadi dua orang melapor dan kami masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Mohon beri kami waktu,” ujarnya.
Di tengah proses hukum yang berjalan, kasus ini juga menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Warganet mempertanyakan integritas figur publik yang selama ini dikenal aktif membagikan kehidupan mewah dan gaya konsumtif.
Sementara itu, menurut keterangan dari pihak pelapor, saat ini Luluk disebut tengah berada di Makassar. Keberadaannya menambah pertanyaan publik soal kemungkinan langkah hukum lanjutan yang akan diambil.
Nama Luluk kini berada di ambang krisis kepercayaan. Popularitas yang sebelumnya diraih dari media sosial justru berubah menjadi sorotan negatif di tengah tudingan praktik investasi fiktif yang merugikan banyak pihak. (ada/ian)






