Tuban (beritajatim.com) – Buntut kasus dugaan perselingkuhan oleh oknum kepala dusun (Kadus) di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban membuat warga geram. Mereka menuntut kadus yang bersangkutan dilengserkan dari jabatannya.
Hal ini diungkapkan oleh warga setempat Muhammad Hasyim yang mendatangi kantor balai desa pada Selasa (20/8/2024) kemarin bersama beberapa warga lainnya untuk meminta Kepala Desa (Kades) Sukolilo memberi tindak lanjut atas dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh Kadus.
“Kami minta oknum kadus yang diduga berselingkuh tersebut untuk dilengserkan dari jabatannya atau mundur secara sukarela,” ujar Muhammad Hasyim. Rabu (21/08/2024).
Adapun protes beberapa warga ini juga disertai spanduk dan miniatur keranda mayat yang bertuliskan “Desoku Ricuh, Camatku Turu”, kemudian keranda mayat tersebut diarak masuk kedalam balai desa setempat.
Menurut Muhammad Hasyim bahwa warga geram terhadap ulah oknum kadus yang sungguh meresahkan, bahkan dugaan perselingkuhan itu sudah dilakukan beberapa tahun yang lalu. Namun, oknum Kadus hingga saat ini tidak kunjung sadar diri.
“Sebelumnya kami pernah memergoki oknum kadus itu sedang memboncengkan perempuan pada malam hari. Dari sinilah muncul kecurigaan, bahwa tingkah kadus itu tidak tepat dan membuat resah warga,” bebernya.
Pria yang akrab disapa Hasyim ini juga menyampaikan pada awalnya persoalan ini minta diselesaikan baik-baik asalkan oknum kadus itu mau mengundurkan diri. Akan tetapi, hingga kini yang bersangkutan tidak juga mengundurkan diri.
“Oleh karena itu, warga minta pimpinan desa agar segera memproses dan melakukan pencopotan terhadap oknum kadus tersebut,” terang Hasyim.
Hasyim juga menjelaskan, kasus tersebut sebetulnya sudah lama sejak tahun 2006. Lalu berlanjut lagi sekitar 2 bulan lalu oknum kadus itu telah memboncengkan wanita yang bukan istrinya pada malam hari.
“Seharusnya pamong atau perangkat desa itu memberikan contoh yang baik bagi masyarakat, lah ini endak malah sebaliknya malah bikin kisruh di masyarakat,” kata dia.
Sementara itu, Kepada Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Arif Nugroho membenarkan jika ada puluhan warga yang datang ke balai desa guna menuntut pencopotan oknum kadus yang diduga berselingkuh.
“Kami selaku pemerintah desa akan menyelesaikan persoalan ini sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tetap memakai SOP atau aturan yang ada, supaya tidak menyalahi aturan serta akan menampung keluh kesah masyarakat,” tutup Arif Nugroho. [ayu/beq]






