Ponorogo (beritajatim.com) – Kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di Kabupaten Ponorogo. Diduga mengantuk seorang pemotor tabrak truk yang sedang berhenti karena mengalami pecah ban.
Tidak ada korban jiwa, hanya saja pemotor perempuan itu mengalami patah kaki. Sedangkan sepeda motornya mengalami ringsek di bagian depan. Karena menabrak bagian belakang truk dengan keras atau kecepatan sekitar 40 kilometer per jam.
Kejadian laka lantas itu terjadi di Jalan Raya Ponorogo-Madiun, tepatnya di Kecamatan Babadan. Indentitas pemotor ialah Mismihana, warga Desa Dayakan Kecamatan Badegan Ponorogo. Sementara untuk identitas sopir truk bernama Purnomo, warga Kabupaten Bojonegoro. Pasca laka lantas, korban pemotor itu langsung dilarikan ke rumah sakit.
Iptu Abdul Cholik, Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Ponorogo, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi ketika sepeda motor yang dikemudikan oleh Mismihana melaju dari utara ke selatan. Saat tiba di lokasi kejadian, terdapat truk yang mengalami pecah ban di jalur yang sama. Diduga karena mengantuk, Mismihana menabrak bagian belakang truk tersebut, sehingga kendaraannya masuk ke bagian belakang bodi truk.
“Pemotor kurang konsentrasi dan diduga mengantuk, akhirnya menabrak bagian belakang truk di jalur kiri,” kata Cholik, Selasa (23/01/2023).
Korban mengalami patah kaki langsung dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan. Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menunjukkan bahwa sopir truk, Purnomo, telah memberikan tanda saat ban truk pecah.
Namun, kurangnya konsentrasi pemotor dan dugaan mengantuk menyebabkan kecelakaan tersebut. Korban saat itu melaju dengan kecepatan sekitar 40 km/jam.
“Saat berhenti itu, sopir sudah memberikan tanda untuk berhenti darurat,” katanya.
Pihak kepolisian mengingatkan seluruh pengendara untuk lebih berhati-hati, memperhatikan situasi dan kondisi jalan saat berkendara guna mencegah kecelakaan serupa terjadi. Ia menyebut bahwa sesama pengguna jalan harus saling menghormati.
“Himbauan kepada warga di wilayah Ponorogo untuk tetap berhati-hati dan waspada,” pungkasnya. (end/ted)






