Surabaya (beritajatim.com) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya resmi melaporkan seorang penceramah asal Solo berinisial SY ke Polrestabes Surabaya, Rabu (7/5/2025). Laporan ini dilayangkan atas dugaan fitnah yang dilontarkan SY terhadap Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kiai Miftachul Ahyar.
Ketua PCNU Kota Surabaya, Kiai Masduqi Thoha, didampingi Rais Suriyah PCNU Surabaya, Ahmad Dzulhilmi, mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya sekitar pukul 13.44 WIB. Keduanya membawa sejumlah barang bukti yang menguatkan laporan tersebut.
Ahmad Dzulhilmi menjelaskan, SY diduga menyampaikan pernyataan yang dinilai menghina Rais Aam PBNU dalam sebuah forum yang digelar oleh organisasi berinisial PWI LS. Organisasi tersebut disebut sudah dibekukan, namun tetap menyelenggarakan pertemuan pada Minggu, 4 Mei 2025, di salah satu tempat ibadah di kawasan Kembang Kuning, Surabaya.
“Ada video yang kita terima. Ada satu pernyataan dari satu Kiai yang melecehkan kepada Rais Aam Syuriah PBNU, Kiai Miftahul Ahyar. (SY) Menyebut namanya, melecehkan dengan menyebutkan Rais Aam itu menabrak syariat Islam,” terang Dzulhilmi di Mapolrestabes Surabaya.
Menurut Dzulhilmi, pernyataan yang disampaikan SY dalam forum tersebut bersifat provokatif dan tidak mencerminkan etika dakwah. Ia bahkan menyebut, dalam rekaman video, SY menantang pihak berwenang dengan kalimat yang dianggap arogan.
“PWI LS itu sebetulnya mereka sudah dibekukan sebetulnya, tapi mereka ini masih tampil. Dan itu yang memberikan pernyataan (SY) itu didatangkan dari Solo, jadi apalagi kan sampai ia (SY) menantang juga ‘Coba saya ditangkap, kalau bisa’,” ucapnya.
Menanggapi kasus ini, Ketua PCNU Surabaya Kiai Masduqi Thoha berharap agar SY segera melakukan klarifikasi (tabbayyun) dan meminta maaf secara terbuka kepada warga Nahdlatul Ulama.
“Kalau menyinggung ‘warga’ NU, seharusnya ada tabbayyun. Ada permintaan maaf digital (dengan dipublis), yang dilakukan mereka mereka kepada Rais Aam. Apalagi sampai menuduh bahwa Rais Aam seakan akan punya mantu habib dan macam macam itu tidak benar ini fitnah yang luar biasa,” tegas Kiai Thoha.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh tokoh dan masyarakat untuk menjaga etika serta adab dalam berdakwah dan berkomunikasi di ruang publik.
“Dari sini kita berharap, etika bisa bersama sama dijaga dengan baik, akhlaknya ditata dengan baik, ojok (jangan) nantang-nantang seperti orang yang kebal hukum. Ya semoga perkara ini bisa diselesaikan dengan baik-baik,” pungkasnya.
Ungkapan yang diduga fitnah dari seorang penceramah asal Solo berinisial SY itu juga turut disiarkan dalam video live YouTube, agenda silaturrahim PWI LS, pada menit ke 27.30 dengan link sebagai berikut: KLIK DI SINI. [ram/ian]






