Mojokerto (beritajatim.com) – Kapolsek Prajurit Kulon, Kompol Maryoko yang diduga meninggal dunia karena bunuh diri dikenal sebagai sosok taat beribadah. Korban ditemukan meninggalkan dunia di rumah di Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto pada, Minggu (11/8/2024).
Kasi Humas Polres Mojokerto Kota, Ipda Agung mengatakan, korban merupakan sosok yang baik, ramah dan sopan. “Beliau orangnya taat karena setiap mendengar suara adzan berkumandang, beliau langsung ke masjid untuk jamaah,” ungkapnya.
Masih kata Kasi Humas, hubungan dengan anggota Polres Mojokerto Kota juga cukup baik. Bapak dua anak tersebut dikenal ramah karena bisa bergaul dengan siapa saja, tidak pandang bulu. Korban terlihat berdinas terakhir pada, Sabtu (10/8/2024) kemarin.
“Almarhum kemarin terlihat di Polsek Prajurit Kulon karena kemarin ada kegiatan sepeda hias hari Sabtu. Kondisinya saya lihat secara sepintas baik-baik saja tapi untuk kondisinya kita saya tahu. Yang diteladani dari sosok almarhum, beliau sangat ramah, kepada setiap orang bersahabat,” katanya.
Sosok korban dinilai sebagai pengayom, panutan dan memberi tambahan kepada anak buahnya di Polsek Prajurit Kulon dan rajin beribadah. Sehingga jajaran Polres Mojokerto Kota, lanjutnya, tak menyangka dengan kepergian korban yang begitu cepat.
“Untuk semangat kerjanya luar biasa, kerja pagi sampai sore. Korban terakhir dinas hari Sabtu, kemarin ada Lomba Sepeda Hias itu masih berdinas. Untuk tadi gerak jalan santai, izin tidak masuk karena sakit. Jabatan beliau di Polres Mojokerto Kota sebagai Kasat Reskrim (2014), Kabag Ops (2023) dan terakhir sebagai Kapolsek Prajurit Kulon (2024),” jelasnya.
Sebelumnya, kabar duka menyelimuti jajaran Polres Mojokerto Kota. Salah satu Kapolsek di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota ditemukan meninggal dunia di rumahnya yang terletak di Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.
Korban merupakan Kapolsek Prajurit Kulon, Kompol Maryoko. Mantan Kabag Ops Polres Mojokerto Kota ini ditemukan meninggal dugaan gantung diri di rumahnya, Minggu (11/8/2024) sore. Sakit yang tak kunjung sembuh diduga menjadi penyebab.
Bapak dua anak ini mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri lantaran sakit yang dideritanya tak kunjung sembuh. Jenazah korban rencananya dimakamkan di pemakaman umum Desa Pohkecik, Kecamatan Dlanggu, Kabupatan Mojokerto. [tin/but]
Jika Kamu butuh bantuan konsultasi untuk mengatasi masalah depresi atau Kamu melihat orang yang ingin melakukan aksi bunuh diri bisa menghubungi nomor darurat Kementerian Kesehatan di 119.






