Ponorogo (beritajatim.com) – Tahun ini, di Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, anggaran untuk teknologi informasi komunikasi (TIK) lebih besar daripada anggaran fisik. Kali ini anggaran untuk TIK mencapai Rp 11 miliar, sedangkan untuk fisik hanya Rp 8 miliar. Anggaran itu semuanya bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).
“Tahun 2022 memang anggarannya lebih besar untuk TIK daripada fisik. Anggaran TIK sebesar Rp 11 miliar, sedangkan fisik hanya Rp 8 miliar,” kata Kabid Pembinaan SD Dindik Ponorogo Imam Muslihin, Senin (24/1/2022).
Anggaran TIK sebesar itu, kata Imam rencananya untuk pengadaan laptop Chromebook. Nantinya, akan ada 75 sekolah dasar (SD) di bumi reyog yang bakal mendapatkan bantuan laptop tersebut. Dimana setiap sekolah penerima bantuan laptop Cromebook ini, sebanyak 15 unit.
“Tiap sekolah nanti rencananya akan mendapatkan laptop kurang lebih 15 unit,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Nantinya, laptop Cromebook ini statusnya milik sekolah, sehingga menjadi inventaris sekolah dan menjadi aset milik daerah. Imam belum bisa memastikan kapan laptop Cromebook ini tiba di Ponorogo. Sebab beberapa vendor lapt Cromebook ini juga masih memenuhi pesanan di seluruh Indonesia.
“Belum tahu datangnya kapan, soalnya mungkin vendor masih memenuhi pesanan di seluruh Indonesia,” katanya.
Imam menambahkan bahwa pengadaan laptop ini juga terjadi di tahun 2019 lalu. Sehingga sebagian SD negeri di Ponorogo ini memang sudah mendapatkan bantuan laptop. 75 SD yang akan diberi bantuan ini, memang belum memiliki perangkat TIK. Menurutnya, Cromebook ini lebih mudah dioperasikan dibandingkan laptop biasa. Sebab, bisa langsung tersambung dengan internet.
“Tak perlu ruang khusus, hanya diperlukan router dan jaringan internet nirkabel, Cromebook sudah bisa digunakan,” pungkasnya. [end/but]






