Sampang (beritajatim.com) – Meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat berdampak pada keselamatan warga negara Indonesia yang berada di kawasan tersebut.
Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sampang memastikan tidak ada Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal daerahnya yang bekerja di Iran, Israel, maupun Amerika Serikat.
Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnaker Sampang, Uriantono Triwibowo menjelaskan, bahwa berdasarkan data resmi yang dimiliki instansinya, tidak ditemukan penempatan tenaga kerja asal Sampang di negara-negara tersebut.
“Data yang kami miliki hingga saat ini, tidak ada PMI asal Sampang yang bekerja di Iran maupun Israel,” terangnya, Senin (6/3/2026).
Dia mengungkapkan, dalam kurun waktu 2023 hingga 2025 terdapat sekitar 481 PMI asal Sampang yang berangkat bekerja ke kawasan Timur Tengah melalui jalur resmi. Sebagian besar dari mereka diketahui bekerja di Arab Saudi.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa data yang dimiliki Disnaker hanya mencakup pekerja migran yang berangkat melalui prosedur resmi pemerintah.
Sementara pekerja yang berangkat secara nonprosedural tidak masuk dalam sistem pendataan dinas.
“PMI yang berangkat secara tidak resmi tentu tidak tercatat dalam data kami,” jelasnya.
Karena itu, pihaknya mengingatkan masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri agar menempuh jalur resmi sesuai prosedur yang berlaku.
“Selain tercatat secara administrasi, jalur tersebut juga memberikan perlindungan hukum serta jaminan keamanan dari pemerintah,” pungkasnya. [sar/ian]






