Bangkalan (beritajatim.com) – Event kerapan sapi yang digelar di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, terjadi kegaduhan lantaran pedagang es teh nyaris diseruduk sapi kerapan saat berada di garis finish.
Kejadian itu bermula saat ibu-ibu penjual es teh memasuki area bagian garis finish karapan sapi. Pedagang es teh itu membawa 7 gelas yang dijajakan kepada penonton.
Namun, pedagang itu tak menyangka, saat melewati area garis finish, mendadak sapi yang melaju kencang membuat para penonton berhamburan .
Kejadian itu terekam video salah satu penonton di lokasi. Video itu lalu viral di media sosial dan menuai beragam komentar.
Salah satu pemilik sapi karapan, Faisol Hasan mengatakan, area karapan sapi dilarang bagi masyarakat umum. Sebab, area itu hanya diperuntukkan bagi tim peserta karapan dan petugas.
“Jadi bukan untuk umum. Bahkan, tim peserta itu dibatasi hanya lima orang,” ujarnya, Kamis (27/2/2025).
Ia juga mengatakan, banyaknya penonton dan penjual menyerobot masuk ke area dalam itu agar bisa melihat sapi lebih jelas saat tiba di area finish. Padahal, menurutnya hal itu bisa berpotensi terjadi kecelakaan salah satunya berupa diseruduk sapi.
“Memang tidak boleh masuk sebenarnya tapi banyak yang memaksa masuk supaya bisa melihat lebih jelas dan lebih dekat,” ungkapnya.
Ia berharap masyarakat bisa lebih tertib saat menonton karapan sapi dan memperhatikan keselamatan diri masing-masing.
“Memang setiap acara panitia wajib menyediakan tim medis dan ambulance namun masyarakat juga harus tertib agar hal serupa tidak terjadi lagi,” pungkasnya. [sar/ian]






